Permasalahan yang membelit Anas Urbaningrum dengan Nazaruddin hampir setiap hari mengisi acara berita televisi. Pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Nazaruddin kepada Anas semakin menjadi-jadi. Tuduhan yang menyatakan bahwa Anas terlibat proyek Wisma Atlet SEA Games dan diduga menerima uang 70 milliar dari proyek ini, dibantah mentah-mentah oleh Anas.
Setelah kasus yang dituduhkan kepada Anas tersebut, Demokrat menjadi semakin gusar. Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan yang terjadi di partai Demokrat. Anas Urbaningrum harusnya mampu memberikan penjelasan dan keterangan secara benar dan transparan terkait tuduhan yang dilontarkan Nazaruddin. Sehingga akan mempertegas siapa yang sebenarnya salah dan benar. Tidak hanya saling tuduh menuduh dibelakang layar, tapi mereka juga harus berani menyelesaikan persoalan ini di depan publik.
A SIMPLE BLOG OF AN ORDINARY GIRL WHICH HAPPEN AROUND YOU
Berani Mepertegas Persoalan
Krisis kepercayaan yang dialami oleh Demokrat saat ini, tentunya akan berdampak negatif terhadap perkembangan partai ini ke depan. Seharusnya Demokrat harus mampu memebenahi persoalan internal mereka. Dapat kita refleksikan kembali bahwa Indonesia menjadi tidak akan maju dan berkembang, salah satu penyebabnya yaitu para elit politik terlalu sibuk untuk membahas persoalan internal yang terjadi. Ketidakharmonisan dalam internal partai Demokrat saat ini benar-benar tampak jelas di media massa. Inilah yang menjadi garapan utama partai Demokrat. Demokrat harus mampu mengembalikan citra baik terutama dimata masyarakat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
LABEL BLOG
TULISAN TERLARIS
-
Terkadang, air matamu terjatuh begitu saja .. Tak kuasa menahan derai air mata yang kau sandang .. Ku tahu ini akan berat untuk mu...
-
Banyak orang mampu menguasai dunia dengan sepuluh jari yang mereka miliki. Mereka lebih bangga karena menguasai tekhnologi yang semakin cang...
-
oleh, Malikhah Genuk sebagai salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Ungaran Barat menjadi tempat bernaungku selama 45 u...
-
Enggak terasa sudah hampir 4 tahun kuliah di IAIN Walisongo Semarang. Waktu cepat sekali berlalu, hingga kini memasuki bulan ke empat d...
-
Oleh, Dhek Cha_Cha Sayangnya, air matamu enggan kau cucurkan untuk malapetaka ini Hingga kini, entah kau letakkan hatimu dimana Enta...
-
Laporan Perjalanan Ke Museum Ronggowarsito Dok. Malikhah I. PENDAHULUAN Perlu diketahu...
-
Zaman jahiliyah bisa jadi kembali lagi hadir di era globalisasi ini. Jahiliyah yang dalam bahasa Arab: جاهلية, (jahiliyyah) ada...
-
Pancasila, panca berarti lima, dan sila yang berarti asas. Merupakan ideologi bangsa Indonesia yang wajib kita pegang teguh sebagai anak b...
-
Orientasi pengenalan kampus atau yang sering kita kenal dengan Ospek merupakan gerbang awal untuk mahasiswa baru. Sebagai mahasiswa ya...
KONTEN BLOG
-
▼
2012
(70)
-
▼
June
(30)
- PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
- Baksos, Menggugah Jiwa Sosial Kader
- Perbedaan Akhlak, Etika, dan Moral
- Sukseskan Pilkada
- Sukseskan Konferensi RIO +20
- Hari Bersih Untuk Bumi*
- "Kesalahan adalah sebuah Pilihan"
- Entahlah
- Gerakan Perempuan Menuju Kemandirian Ekonomi
- Hakekat Akhlak Mahmudah dan Akhlak Madzmumah
- Sukseskan Konferensi RIO +20
- Perkuat Integritas Kader PMII
- Media Pembelajaran
- Filsafat Islam
- Evaluasi Pembelajaran
- Ulumul Hadist
- Tafsir
- Sejarah Peradaban Islam
- Ilmu Pendidikan Islam
- Kunjungan ke Ronggowarsito
- Hadist Urgensi Kesehatan
- Makkiyah Madaniyah
- Ulumul Hadis
- AL DALALAH
- Ahwal dan Maqamat
- Memuaskan Manusia
- “Reproduksi” Radikalisme Tak Pernah Surut”
- ADANYA HAK ISTIMEWA BAGI HANDICAP
- MENGGUGAT MAKNA PUASA
- Berani Mepertegas Persoalan
-
▼
June
(30)
© 2020 - MALIKHAH SAN



0 komentar:
Post a Comment