About Me

Malikhah; seorang ibu rumah tangga yang juga ASN dan aktif mengajar di SMPN 1 Singorojo. Lahir pada tanggal 28 Oktober 1991, dengan semangat sumpah pemuda semangat menulis untuk meninggalkan jejak digital yang bisa bermanfaat untuk semua.
Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Balas Dendam, Memang Ada Baiknya?

 

Tahun 2018, Badan Kepegawaian Negara (BKN), membuka peluang untuk mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagai insan pendidik yang sudah beberapa tahun menjadi honorer, tentu kesempatan ini menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Dengan penuh kesadaran, saya memahami, PNS bukanlah segalanya, buka pula satu-satunya jalan mencari rejeki, tapi jika seseorang memang melabuhkan diri untuk menjadi abdi negara, maka sah-sah saja ya. Termasuk saya.

Saya sangat menyadari, proses seleksi yang ketat dan terbuka, menjadi salah satu harapan besar saya untuk bisa lolos PNS. Sebab, proses seleksi bisa disaksikan langsung secara live streaming. Untuk itu, saya bersama suami mencoba peruntungan mendaftar sebagai guru PAI SD di wilayah Mijen Kota Semarang. Awalnya, saya mencoba sendiri, namun setelah diskusi dengan suami, akhirnya dia mau untuk saya daftarkan menjadi peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Saat itu memang suami bekerja sebagai wartawan di VIVA.co.id, sehingga masih maju mundur untuk ikut seleksi, karena minimnya pengetahuan tentang proses seleksi.

Berbulan-bulan waktu saya dan suami gunakan untuk belajar bersama, namun saya yang lebih intens untuk belajar. Sedangkan suami, tetap sibuk liputan dan menulis, hanya belajar sekenanya saja. Seletah mendaftar dan melalui tahap seleksi administrasi, alhamdulillah kami dinyatakan lolos dan dapat melanjutkan seleksi kompetensi dasar (SKD). Dihari pelaksanaan tes SKD, ada beberapa nilai Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) yang harus lolos passing grade. Qadarullah, saya dan suami tidak ada yang lolos passing grade semua …. Hahaha. Saat itu kita tidak tahu saingan kita siapa, lolos passing grade atau enggak, intinya kita berdua enggak lolos passing grade semua …hahaha

Beberapa waktu berlalu, akhirnya muncul pengumuman hasil tes SKD, Qadarullah saingan kita semuanya tidak ada yang passing grade, alhasil peringkat 1, 2, dan 3 bisa lolos untuk ikut seleksi berikutnya yaitu seleksi SKB. Just info, q dan suami mendaftar di sekolah yang berbeda ya, jadi kita tidak saling bersaing. Dipengumuman, q dinyatakan peringkat 2, sedangkan suamiku peringkat 1. Jika dilihat dari nilai, jelas nilai ku tinggi dari nilai suamiku. Tapi, pesaing-pesaingku juga memiliki nilai yang tinggi, sedangkan pesaing suamiku nilainya standar dengan nilai suami.

Makin hari mendekati SKB, aku semakin giat belajar, dan suamiku masih seperti biasanya yang tetap sibuk liputan dan menulis. Belajar hanya sesekali saja. Dihari pelaksanaan SKB, selesai mengerjakan, aku lihat dipapan skor, qadarullah, nilaiku jauh lebih rendah dari nilai pesaingku. Fix, aku jelas tidak akan lolos, disitu kumenangis, hahahah. Disudut lain, suamiku melihat nilainya dan yasudah pasrah, karena nilainya juga enggak tinggi-tinggi amat, masih tinggi nilaiku saat itu. Karena sudah pesimis, akhirnya suamiku juga udah ogah-ogahan melihat nilai saingannya, dan pasrah untuk tetap jadi wartawan saja saat itu.

Beberapa waktu berlalu, tibalah pengumuman nilai integrasi SKD dan SKB. Aku tetap bisa menebak jika aku sudah tidak mungkin lolos, tapi ternyata keberuntungan berpihak pada suamiku. Meski nilainya tidak tinggi-tinggi amat, tapi ternyata pesaingnya nilainya lebih rendah dari suamiku. Selisih nilai integrasi suamiku dengan pesainganya hanya 0,014. Memang, rejeki tidak kemana… disitu aku bersyukur, setidaknya suamiku dulu yang lolos, aku mah gampang (aslinya juga sedih karena gak lulus).

Karena berbulan-bulan terbiasa dengan system belajar yang jor-joran, akhirnya perjalanan hidup seperti hampa. Aku diskusi dengan suamiku, meminta ijin untuk lanjut S2, jujurly, ini benar-benar pelarian setelah gagal lolos tes PNS. Setelah disetujui suami, aku mulai dengan dunia perkuliahan. Hingga ditahun 2019, ada seleksi CPNS Kembali. Setelah ditelusuri, ternyata hanya ada 1 lowongan PNS di dekat rumah, itupun jaraknya 15km. Dengan mantap dan pasrah, karena sadar, kalau persaingan dikabupaten pasti akan jauh lebih ketat, maka aku berusaha sekuat tenaga melalui dua jalur, jalur langit dan jalur bumi. Alhamdulillah, dari 60 peserta yang mendaftar, dan melalui serangkaian proses seleksi yang panjang, akhirnya aku lolos. Semua bukan karena aku yang hebat, tapi berkat doa orang tua, suami, dan keluarga yang kuat, hingga Allah mudahkan semuanya.

Sahabat, boleh kok kitab alas dendam, tapi balas dendam dengan hal-hal positif ya. Saat aku merasa ada yang hilang dariku, kecewa menghampiriku, aku mencoba untuk melampiaskan ke hal-hal positif, salah satunya lanjut S2. Saat ini, kadang q merasa ada yang hilang dariku saat aku bekerja, rasanya aku harus terus mengupgrade diri, tapi berat sekali. Maka, aku alihkan untuk ikut beberapa lomba yang sesuai passionku. Karena aku termasuk sulit mengerem isi pikiranku, diotak muter terus mau apa, bikin apa lagi ya, kalau bikin ini itu gimana ya? Sulit banget untuk mengeremnya.

Semoga perjalanan dan tulisan kehidupanku ini dapat menjadi manfaat untuk orang lain. Tetap berprasangka baik pada-Nya, sang Pemberi Kehidupan.

 

 

WISUDAKU



Empat tahun sudah menimba ilmu di IAIN Walisongo Semarang. Pendidikan Agama Islam menjadi pilihanku untuk belajar. Kamis, 29 Januari 2015 menjadi momen bahagia untuk merayakan wisuda bersama keluarga, kawan, dan saudara. Masuk pada bulan Juli 2010, seharusnya aku dapat menempuh wisuda tahun lalu. Seiring berjalannya waktu, status kelulusanku adalah terlambat. Sehingga meskipun lulus tepat di 8 semester, namun aku baru dapat mengikuti wisuda pada bulan Januari 2015 tepatnya di semester 9.
Meskipun terlambat, enam bulan penantian dapat ku kejar dengan beragam aktivitas. Menunggu menjadi sesuatu yang membosankan, sehingga beragam cara ku lakukan untuk bisa beraktivitas. Salah satunya dengan bekerja di salah satu SD di Sukorejo. Memasuki bulan Desember 2014, aktivitas mengajar di SD ku jalani. Seiring perjalanan waktu, bulan Januari akhirnya status mengajarku tak lagi ada. Sebab telah digantikan oleh guru yang telah berstatus Negeri. Sementara itu, aku dipindahkan dibagian Tata Usaha (TU). Serasa tak nyaman, yah memang administrasi bukanlah bidangku. Akhirnya, mencoba peruntungan di salah satu SMP di Boja. Akhirnya, panggilan itupun datang. Hingga pada 13 Januari 2015, aku resmi mengajar di SMP.
Alhamdulillah, dihari bahagiaku kini, status pengangguran telah sirna. Hehehe... Pasca wisuda, tak lagi risau mencari pekerjaan lagi. Ratusan mahasiswa yang akan di wisuda kali ini, pastinya sangat berbahagia. Kali ini menjadi moment seumur hidup hingga dapat merasakan indahnya wisuda S1. Semoga bisa lanjut S2 yah... Amien.


Keindahan Kuliah Nyata

Oleh, Malikhah
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah kegiatan kampus yang sangat menyenangkan. Perkenalkan, namaku Malikhah. Kawan-kawan biasa memanggilku Icha’. KKN di tengah perkotaan tepatnya di keluahan Genuk, kecamatan Ungaran Barat, kabupaten Semarang menjadikan tantangan tersendiri. Atmosfer perkotaan menjadi bagian hidupku saat KKN. Betapa tidak, orang desa sepertiku melaksanakan KKN di perkotaan. Tidak ada masalah buatku, justru dengan ini aku bisa belajar banyak dari masyarakat kota di Genuk.
Kegiatanku sehari-hari di posko beraneka ragam. Terkadang, mengikuti arisan ibu-ibu PKK. Bukan hanya ngegosip yang dilakukan ibu-ibu PKK. Sebab, ibu-ibu PKK disini sudah sangat maju, baik dalam pemikiran maupun tindakan. Hal ini terbukti keikutsertaan ibu-ibu PKK dalam ajang PHBS tingkat provinsi mewakili kabupaten Semarang.
Mengikuti kegiatan ibu-ibu PKK membuat ilmu kami menjadi lebih banyak. Di Genuk, sudah banyak dikembangkan pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga), sosialisasi lingkungan bersih, pengembangan koperasi, bahkan pemanfaatan plastic bekas untuk membuat tikar, perlak, dsb.
Selain mengikuti kegiatan ibu-ibu PKK, juga mengajar di TPQ Baitusy Syukur. Di TPQ ini memang minim guru yang mengajar. Dua orang guru yang aktif mengajar setiap sore dengan jumlah anak yang banyak yang harus ditangani. Sebagian besar anak-anak yang aktif mengaji di Baitusy Syukur sangat pandai dalam membaca al-Qur’an.
Hari Senin dan Rabu, biasanya posko 19 membuka rumah belajar yang dikemar layaknya bimbel untuk anak-anak Genuk yang ingin belajar. Selain belajar, terkadang hari libur anak-anak Genuk diisi dengan latihan senam anak dan senam aerobic juga. Ini dimaksudkan agar kesehatan anak tetap terjaga dengan adanya olah raga rutin.
Disela-sela libur tanggal merah, posko 19 menyempatkan diri untuk melakukan expedisi muncak ke gunung Ungaran. Hal ini dimaksudkan untuk mempererat kesolidan dan kekompakan posko 19. Dengan penuh semangat dan gegap gempita, tim posko 19 mampu mencapai puncak promesan dengan menempuh perjalanan selama dua jam. Tawa riang dan sumringah terlihat dengan jelas.

Hari-hari terakhir di posko 19, kami menggunakan sisa-sisa waktu untuk mempersiapkan kegiatan perpisahan. Kegiatannya kami isi dengan acara lomba menggambar, mewarnai, dan adzan. Ditutup dengan pembagian hadiah dan pengajian sederhana untuk anak-anak menjadikan romantic acara perpisahan kami. Semoga, apa yang kami dapatkan di tanah Genuk ini bermanfaat untuk kami. Amin.  

KKN Cihuiiiyyyy

oleh, Malikhah
            Genuk sebagai salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Ungaran Barat menjadi tempat bernaungku selama 45 untuk melaksanakan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata). Yah, posko 19 menjadi posko aku dan kawan-kawan. Pertama kali survey ke kelurahan Genuk, sepintas terasa biasa saja, tidak ada yang istimewa.
            Panorama indah pengununganlah yang nampah wow kala itu. Genuk merupakan salah satu wilayah yang berada di kaki gunung Ungaran. Pantas saja keindahan gunung Ungaran juga bisa dinikmati dari posko kami. Masyarakat setempat mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan juga buruh pabrik.
            Masyarakat setempet tergolong telah maju dengan program berbagai pengembangan desa. Bahkan lebih maju dibandingkan dengan desa tempat aku lahir. Diakui atau tidak, Genuk yang terletak di samping kantor DPRD Jawa Tengah, termasuk desa metropolis. Dekat dengan beragam pabrik, kantor pemerintan, akses utama jalan menuju Solo Jogja.
            Tidak bermaksud membandingkan dengan desaku, karna aku rasa masing-masing desa memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Hanya saja, aku pikir KKN di wilayah Genuk ini terasa amat sangat kurang maksimal. Masih banyak desa yang seharusnya dijamah untuk di KKN-i, KKN di Genuk terasa dipaksakan wilayahnya.
            Tak boleh berhenti dan pasrah dengan keadaan dong ya…
            Genuk termasuk desa yang mendapatkan kesempatan mengikuti lomba PHBS (Perlombaan Hari Bersih dan Sehat) tingkat provinsi. Ini jelas menunjukkan kalau Genuk memiliki potensi yang luar biasa. Beberapa potensi yang dimiliki diantaranya, masyarakat setempat di salah satu RW memanfaatkan plastic bekas untuk bahan ketrampilan. Di RW yang lain misalnya, para anggota keluarga membiasakan untuk budidaya tanaman obat keluarga (toga). Ada pula yang di RW nya mengembangkan usaha koperasi warga dan juga pengelolaan posyandu.
            Progresivitas masyarakat terlihat sangat bagus. Ibu-ibu dengan potensinya masing-masing berusaha menghidupkan potensi daerah Genuk, begitu pula dengan bapak-bapak di Genuk. Keberagaman dalam urusan keyakinan di Genuk juga patut diapresiasi. Masyarakat Genuk yang terdiri dari berbagai keyakinan, mampu hidup rukun dan saling bekerja sama.
            Sayangnya generasi muda di wilayah Genuk tidak menunjukkan progresivitas yang mumpuni. Meski terlihat kompak dibeberapa acara, namun kegiatannya masih kurang progress. Meski demikian, kekompakan remaja Genuk sangatlah erat.
            Tahu jika masyarakat Genuk telah maju dengan berbagai potensi, ini memberikan kesempatan emas untuk belajar banyak di desa Genuk.
            Inilah Poskoku
            Setiap kehidupan tentu memiliki cerita suka dan duka. Cerita suka sih banyak, dengan 15 orang dengan 15 karakter yang beragam dalam satu tim menjadikan posko semakin berwarna dan seru.
            Kordesnya tu Sukardiyanto, anak Ushuluddin, karna dia satu-satunya anak Ushuludin, akhirnya dia di bully dan dipaksa untuk jadi kordes (begitu cerita tragisnya)..hikhik… Lanjut… Sekdes alias sekretaris desanya aku dong ya.. Malikhah San.. Karna aku nggemesin jadinya aku juga ikut dibully dan dipaksa untuk jadi Sekdes. Karna aku dibully dan dipaksa, aku jarang banget ngerjain tugas-tugasku sebagai sekdes. Akhirnya aku dibantu oleh Malihatun Nisa. Dia ini selirnya sekdes nomor satu..wwkwkwk.. dia dari jurusan Bahasa Arab, orangnya pinter lo ya bahasa Arabnya.
            Lanjut, ada si Lulu yang hobi dibully sama temen-temennya. Dia ini selirnya pak kordes nomor dua. Saking seringnya dibully, dia jadi kayak bully pimpong…upzz,… orangnya cerewet sumpeh… gak pernah bisa diam, tidur pun masih bisa ngomong…wkwkwk
            Si kecil-kecil cabe rawit juga ada di posko 19. Dia selir pak Kordes nomor 3. Anaknya kecil, lucu, imut-imut.. tiap harinya ngajar anak SD, kalo liat orangnya lagi ngajaar, kamu gak bakalan bisa bedain mana gurunya mana muridnya..hewhewhew… ada juga Fidin yang jadi selirnya kordes no. 4. Fidin ini paling rajin kalo ngajara anak-anak TK. Suka nyanyi-nyanyi lagu-lagu anak TK gituh.. wawawa
            Poskoku ada Maliha lagi.. yah, dia selirnya kordes no. 5. Anaknya kecil tapi pinter dan pendiem. Kalo di kamar mandi, ya ambruk .. lamanya book… sampe sering tak dobrak-dobrak tu kamar mandi. Jahatnya aku ya..wkwkwkw…. ada juga Firoh yang biasa dipanggil teteh.. dia selirnya kordes no. 6.. kalo masak.. hot jreng jreng.. uenak .. hobinya di posko adalah PKK-nan sama ibu-ibu…hihihi
            Ada juga Ummu, selir kordes no. 7. Teh Ummu ini anak bahasa Inggris, pendiem, lucu, kalo malam pasti minum susu putih… katanya biar tulangnya kuat kayak baja.. hwhahahwhwa.. ngeweh… ada juga mbak Lala.. selir kordes no. 8 “buset.. kordes selirnya delapan bro”. Dia ini paling hobi liatin HP sama telpon-telponan.. biar hujan badai menerjang, dia tak kan peduli.. yang penting telpon dan liatin HP.. wkwkw..pisss
            Eh ada juga cowok-cowok kece lo ya. Sam … cowok yang bergaya ala korea (karna matanya sipit doing si jadi kayak orang korea).. cowok ini selalu dikejar-kejar adek-adek TPQ,, kalau Sam ngajar, mesti cewek2 pada histeris.. neriakin biar kak Sam cepet pulang..wkwkwk… ada Taja juga yang hobinya nongkrong.. nongkrong di WC maksudnya.. hexexexe.. dia cowok paling usil dan hobi nggombalin cewek-cewek posko.. makanya aku tiap hari bawa clurit-cluritan.. antisipasi kalo Taja nyebarin virus-virus cinta, biar aku pangkas pke clurit..ckckck
            Ada juga Jimmy, cowok sok cool dan seksi ini paling hobi ninggalin posko… maklum lah, diusianya yang semakin senja dia harus mencari nafkah untuk keluarganya… jadi apapun yang terjadi, pokoe kerjo..hihihi… Juli..anak Pati ini kalo ngomong mesti dan wajib diedit dulu.. kalo enggak, bakalan bikin perut rusak karna gara-gara ketawa terus.. wkwkkw
            Nastain, tetua di posko ini… orangya juga hobi ninggalin posko.. karna usianya juga sudah beranjak senja.. sama deh kayak Jimmy.. harus kerja.. weehehehehe
Program kerja unggulan posko di Genuk menjadi mudah dilakukan, kerena kesemuanya telah ada di Genuk. Misalnya penanaman Toga, perbaikan jalan, donor darah, penyuluhan pola hidup bersih dan sehat. Hanya saja, aku dan kawan-kawan membuat program terobosan yang memang belum ada. Misalnya, kami membuat rumah belajar untuk anak-anak di Genuk, rumah Baca Al Quran, pembuatan ketrampilan dari flannel dan sedotan, serta senam anak sehat setiap akhir pekan.
            Alhamdulillah, meskipun masyarakat Genuk telah maju dengan pemikiran dan program daerahnya, namun masyarakat tidak menutup diri dari kawan-kawan KKN. Masyarakat setempat sangat terbuka untuk saling berbagi pengalaman dan bertukar pikiran.  
            Pengalaman berharga ini menjadi bekal penting untukku dan kawan-kawanku yang lain. Kelak, pasti akan sangat bermanfaat bagiku ketika telah benar-benar terjun di masyarakat tempatku lahir. Dan kelak, akan ku ceritakan kepada anak cucuku bahwa Genuk seisinya telah banyak memberikan ilmu yang bermanfaat bagiku.


                                                                                                            Genuk, 06/05/2014
                                                                                                            01.46 dinihari

Curhat Berjama’ah



Hay guys.. tahukah kalian dunia organisasi ini bagaikan arena permainan. Kamu bisa memilih arena mana saja yang kamu sukai, ada pilihan permainan mengerikan, menyenangkan, ataupun terasa biasa-biasa saja.
Sama halnya dengan dunia organisasi, kamu bisa saja memilih organisasi yang mengerikan, menyenangkan, atau biasa-biasa saja. Banyaknya pilihan, akan menentukan arah dan tujuanmu ke depan. Keseriusan dalam mengelola organisasi memang sangat dibutuhkan, prosesnya tidak mudah, dan butuh perjuangan.
Nih perjalanan curhatan temen-temen Edukasi angkatan 2012 yang baru saja kumpul-kumpul untuk membahas apa saja yang mereka rasakan di Edukasi. Berikut cuplikannya:
Yani :;:
“Pertemanan yg kurang di edukasi
Ewuh kalau mau sharing ke senior
Temen-temen cowok banyak yg tidak membantu
Banyak hal yg menarik di luar edukasi”

Rahma:: 
Temen-temen msh individualisme
Temen-temen bnyak yg aktif organisasi lain, edukasi jadi sampingan”

Nanda::
Masalah orientasi dan kenyamanan
Individualis di edukasi
Tidak ada hal yg seru di edukasi, kantor terlalu tenang
Faktor penyemangat sangat minim, untuk mengajak di edukasi
Hani::
Kurangnya kedekatan emosional
Sama

Alaika::
Jarang interaksi antar temen2, shg bkin tdk nyaman
Bingung di edukasi

Umam::
Kurangnya bertemu antar crew jadi tidak ada ikatan emosional
Tidak ada keakraban antar kawan di edukasi

Sabiq::
Nyari orang untuk menulis susah

Khotidjah::
Ada sekat antar angkatan

itu tadi celotehan temen-temen Quantum, eits,,, curhatan merekan bukan berarti apa-apa lo ya… ini semata-mata kritik untuk Edukasi juga. Memang, proses di Edukasi tidaklah mudah. Trilogi yang dibawa oleh Edukasi yakni “Membaca, Diskusi, dan Menulis” membuat kader-kadernya kadang terlalu sering untuk berkontemplasi. Sehingga membuat mereka terkesan individualistis. Sebenernya anak-anak Edukasi juga sangat baik dalam bersosialisasi lo ya… J
kalau masalah sekat angkatan simemang ada, sebab pengkaderan di Edukasi memang per angkatan. Jadi kesannya ada sekat angkatan ya? Tapi kesannya doing kok itu, sebenarnya biasa menyatu temen-temen Edukasi dari angkatan berapapun, karena kita selalu menjaga untuk guyub.
Intinya :: “U're self consciousness” (kesadaran pribadi)dan yang pasti, Tanggung jawab untuk Edukasi::
1. Internal 2012 hrs solid
2. Penerbitan hrs berkualitas
3. Kaderisasi harus tetap dikawal

KKN; April Mania :) 

     Enggak terasa sudah hampir 4 tahun kuliah di IAIN Walisongo Semarang. Waktu cepat sekali berlalu, hingga kini memasuki bulan ke empat di tahun 2014 ini. Yah, April.. Sesak dengan agenda KKN.

     KKN itu Kuliah Kerja Nyata.. Maliha dapat posko 19 di Genuk Ungaran Barat. Pikirku, Ω̶̣̇Ñœ͡ÊŠ̤̈̇ KKN di Genuk deket Terboyo, eh ternyata Genuk Ungaran. Sempet berpikir buat.  laju dari Ngaliyan Terboyo, eh..eh..eh..Salah..eheheh

1 April ini memang sih orientasi KKN, tapi banyaknya peserta yang ikut Orientasi, membuat pasukan gembel kayak Ω̶̣̇Ñœ͡ÊŠ̤̈̇ ini harus nggembel dibelakang. Pasal satu, datang. terlambat, pasal dua..tak ada kursi, pasal tiga..pasukan gembel akhirnya gojek dibelakang..
"̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ "̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇

     Tak terbayangkan kayak apa desa Genuk yang bakal Ω̶̣̇Ñœ͡ÊŠ̤̈̇ huni. Menarikkah?  Menyebalkankah? Moga aja menyenangkan sih..

Balik Lagi Orientasi KKN

    Ni suara apa yak?? Dari pojok belakang deket AC Ω̶̣̇Ñœ͡ÊŠ̤̈̇ duduk memojok. Eh,, bla bla bla itu kedenger jelas bingitz... Eh, lupa kalo lagi orientasi KKN..

  .   Yah,, kebiasaan mahasiswa gembel Чα beginilah.. Waktunya orientasi KKN malah pada poto-poto,, ngobral ngobrol sendiri,, bahkan pada guling-guling di belakang :P

Suhu mulai panas. AC yang biasanya mendinginkan lokasi, ni malah tambah memanas. Ditambah penceramah yang bilang kalo untuk homestay untuk KKN per harinya 43rb.. What??

Mending di laju yak.. Laju KKN.. Plex.. Langsung diomeli om kordes n om DPL tuh..

Semoga-semoga desanya nyaman, kepala desanya baek hati.. Semua fasilitas di gratiskan,

آمِÙŠّÙ†ْ... آمِÙŠّÙ†ْ... ÙŠَا رَ بَّ العَـــالَÙ…ِÙŠْÙ†

Bintang


oleh, Icha
Bintang, kau tau semua tentangku. Kau tau alur dan naskah cerita hidupku. Bahkan kau lebih tau akan perjalanan hidupku. Kini kau hanya diam melihatku suram, melihat cakrawala yang semakin enggan tuk digenggam.
Bulan, memang kau tak pernah tau tentangku, tentang langkahku bersamanya. Tentang cerita indahnya dunia, saat bersamanya. Bahkan kau tak pernah tau tentang semua duka lara ini. Kini kau pun hanya tersenyum melihat seluruh raga ini berlumur dosa..
Tak pedulikah engkau akan hari kelak? Hari yang akan menghantui, menghantui bagi orang-orang yang tak pernah peduli. Inikah akhir sebuah hikayat penembus batas? Tak menyesalkah kalian jika hanya terdiam? Tak urungkah kalian membabi buta dengan segala lara? Mungkinkah ini pertanda perpisahan kita?
Perpisahan tentang sebuah cerita yang tak tertata, perpisahan dengan orang yang dicinta? Benarkah demikian?
Akupun menyadari, semua kan abadi, meski hanya mimpi, namun hati ini selalu mengamini, cintaku selalu abadi untuk-Mu, Tuhan-ku ...

Seharusnya

       Kebahagiaan itu, entah dari mana datangnya ia akan selalu membuat hati tenang. Ketenangan itulah yang sering dicari oleh banyak orang.
      Sore ini, entah berapa detik ku habiskan tuk sekedar menikmati indahnya hidup ini, dan kebahagiaan itu terasa begitu indah, seharusnya. 
      Untuk sebuah pengorbanan, tentu tak ada yang sia-sia. Hingga ketika kekecewaan itu datang, tak perlu ada kata sesal. 
    Sejauh kita melangkah, tak kan pernah kita tahu kuasa Tuhan untuk kita. Detik berlalu, rencana itu semakin menghantui, tak kala kita tak menghendaki. Apapun sebabnya, kalaupun tak sesuai hati nurani kan terasa hambar meski untuk sekedar mengingat. 

"Kesalahan adalah sebuah Pilihan"


Dulu memang kita saling bersama
Ku mengira tulus dalam kata
Tapi kini kamu berbeda
Ku terluka untuk selamanya
Caramu yang membuat diriku jauh
Kecewa di dalam hatiku

Ku tak mengerti cinta
Indahnya hanya di awal ku rasa
Mengapa kau benar
                                                Dan aku selalu salah

Kini memang kita saling berpisah
Ku merasa sesal dalam kata
Tapi kini kamu memang bersalah
Kau berubah untuk selamanya
Sifatmu yang membuat diriku jenuh
Mendua di balik mataku

Ku tak mengerti dia
Cinta ini bukan hanya kau yang rasa
Ternyata dia bukanlah pujaan dalam hatiku

                                                                                                                         by_Geisha

Entahlah

   kau yang tengah menggoreskan gita cinta, 
tak pantas kau menghapus goresan-goresan secara perlahan
   karna itu kan menyakitkan!!!
kau boleh salah menilaiku, tapi tak pantas kau membohongiku,,
kalo ingin menyakiti, sekarang juga harus kau lakukan, tak perlu menunggu hari esok
  jika kau memilih hari esok dan kau lakukan perlahan, "kubunuh kau"
dan ..-
 ku tak ingin berkata::.. "keindahan semesta ini telah tertutup dengan butiran air mata ini, karna mu"

Dilema Dua Beranda

     Kala senja melirik dengan dua pasang cerita, tak ku sangka....
     kini telah berbeda, ceritaku, ceritanya, dan cerita kita ....
tak mengapa, sebuah arti perubahan yang tak terhindari ....
ku mengerti, hanya sebuah perubahan yang tak pernah berubah
     ini hidup ku, aku bukan masa lalu yang harus ku tapaki kembali
     aku pun tak ingin merenda cerita klasik, yang hanya membaur dengan pekatnya senja
"berubah" dengan bingkai ketegasan, meskipun ku tahu ini kan menyakitkan
yang selalu menanti, dan terlewati... terlalu banyak untuk dicaci kembali
     tak pernah bisa dimengerti jika kau mencoba untuk mengerti
     hanya sebuah revolusi yang menawarkan suatu pencapaian dalam hidup
sayangnya, kini kembali lagi dengan cerita lama
harus berhati-hati, sekali kau sakiti ... kau tak kan pernah mengerti sebuah arti "sejati"
    harus bagaimana? belum saatnya ku putuskan
    biarkan mengalir apa adanya, meskipun dengan kata yang sama

                                                                                                Cha_cha_@25 April 2012
                                                                                                dalam senja kesendirian

Cukup Puas aq Merasakan kesakitanku ini padamu.....

semoga kauu selalu bahagia dengan orang yang kau pilih.....

biarkan aq memendam perasaan ini untukmu....

biarkan aq merasakan sakit berkepanjangan karena mu....

biarkan aku mengenang semua kenangan yang pernah terlewatkan bersamamu....

ternyata semua itu adalah amunisi yang paling jitu untuk menambah kesakitan dan kepedihanku.....

_"Hanya Karenamu"_

Satu Angkatan

“ SATU ANGKATAN DAN SATU JIWA “
Ribuan mahasiswa yang menempuh studi di IAIN, dengan ghiroh yang besar mereka menuntut ilmu dan berkompetisi dalam dunia kampus sebagai calon intelektual muda. Jika kita menilik lebih lanjut, dalam dunia perkuliahan terdapat banyak ruang untuk mengaktualisasikan potensi diri yang kita miliki. Sayangnya, hanya segelintir mahasiswa yang mau berperan dalam dunia kampus. Dalam dunia kampus, mahasiswa diberi ruang untuk ikut berperan aktif dalam menentukan kebijakan yang notabene ditujukan pula untuk mahasiswa itu sendiri.
Namun, sangat disayangkan ketika kita melihat banyaknya agenda yang diadakan oleh elit politik kampus yang ditujuka untuk mahasiswa itu sendiri. Kurangnya partisipasi mahasiswa akan hal tersebut, menjadi titik hitam yang patut kita renungkan. Kita tidak bisa saling menyalahkan antara mahasiswa yang aktif di organisasi dan yang tidak. Sebab, adanya korelasi antara kedua belah pihak yang saling terkait.
Kita tilik sekilas, sebenarnya banyak hal yang menyebabkan mahasiswa tidak mau aktif dalam organisasi kampus. Masalah-masalah klasik tentunya sudah sering kita ungkapkan, misalkan males, kegiatan tidak menarik, tidak adanya layanan info yang cukup, lebih memprioritaskan diri ke bidang akadmik, dsb. Ada hal penting yang harusnya kita sadari untuk menyikapi hal tersebut. Kita bangun mensed mahasiswa yang tidak aktif agar mereka merasa butuh akan adanya lembaga yang ada di kampus. Dengan demikian, angka keaktifan mahasiswa akan ada peningkatan. Kita juga harus paham akan kebtuhan mahasiswa, sehingga dalam mengagendakan suatu kegiatan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa lain. Ehingga setiap agenda yang dilaksanakan akan banyak mendaapat sokongan dari mahasiswa lain karena kegiatan tersebut merupakan kebutuhan dari mahasiswa itu sendiri.
Disadari atau tidak, mahasiswa sekarang cenderung berorientasi pada bidang akademik. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya sikap kritis mahasiswa terhadap pihak birokrasi. Sebenarnya banyak keluhan dari mahasiswa akan kinerja pihak birokrasi, akan tetapi banya pula aspirasi mahasiswa yang hanya ditampung dan dibiarkan saja. Keluhan akan pelayanan bagian akademik, kebijakan-kebijakan dari pihak birokrasi, penyediaan fasilitas kampus yang tidak memadai, dsb. Seharusnya dapat dijadikan bahan untuk mengkritik dan menggugat kinerja birokrasi agar ke depan menjadi lebih baik.
Berbicara soal mahasiswa, lagi hangat-hangatnya mengenai mahasiswa baru angkatan 2010. Kaum perempuanlah yang menurut pengamatan saya lebih dominan hiperaktif daripda cowok. Semangat dan greget yang dimiliki kaum perempuan lebih besar. Hal ini sangat berbeda jauh dari angkatan sebelumnya. Di angkatan 2009, kaum-kaum lelaki yang mendominasi. Mulai dari forum diskusi, organisasi, liburan semua dipegang oleh kaum lelaki.
Memang ada beberapa hal yang patutnya kita cermati, banyak keluhan dari para lelaki yang mengatakan bahwa senior hanya mengkader perempuan. Padahal, pernyataan tersebut tidak selamanya benar, sebab meskipun kita telah dikader oleh senior, tidak selamanya kita bisa eksis sebagai penggerak motor organisasi kampus. Semuanya kita kembalikan pada diri kita masing-masing, jika kita mampu berkembang dan mempunyai dedikasi yang tinggi akan pergerakan, tanpa dikaderpun kita akan mampu menunjukkan eksistensi diri kita. Namun perlu digaris bawahi bahwa pengkaderan harus tetap ada, jika saat ini kita masih merasakan kesenjangan masalah pengkaderan, kita harus koreksi diri kita sendiri. Kita harus mampu untuk menunjukkan eksistensi kita kepada orang lain, nanti pada akhirnya dengan kapabilitas yang kita miliki senior akan menilik kita. Pastinya potensi yang kita miliki akan mendapatkan apresias dan didukung oleh para senior dan sahabat/i kita satu angkatan. Perlu diingat bahwa meskipun kita dekat dengan banyak senior, akan tetapi harus kita ingat dan kita garis bawahi setebal mungkin jika kita harus mempersatukan sahabat/i kita satu angkatan. Karena apa? Karena “ Satu Angkatan Dan Satu Jiwa”


Presented by_Cha_Cha
03 Maret 2011/ 00.01

Untuk FAKTA

Ketika Mahasiswa Tak Lagi Peduli akan Keadaan Kampus Tarbiyah
Ketika berita mengenai beasiswa menyebar, mahasiswa berbondong-bondong untuk berjuang mendapatkannya. Semua persyaratan yang diberikan langsung dipenuhi oleh mahasiswa. Beasiswa DIPA yang baru saja diberitakan pun juga ikut laris manis diserbu oleh mahasiswa. Hampir mencapai 900 mahasiswa yang mendaftar beasiswa tersebut, namun hanya +- 300 mahasiswa yang memperolehnya.
Melihat antusias mahasiswa yang akan memperebutkan beasiswa tentunya menjadi keprihatinan sendiri. Kita melihat realita yang ada di kampus Tarbiyah ini ketika lembaga mahasiswa mengadakan kegiatan-kegiatan yang notabene diperuntukkan kepada mahasiswa, justru partisipasi dan antusias mahasiswa sangat minim sekali. Banyak sekali kegiatan yang agendakan oleh para pejabat kampus, akan tetapi hanya ditilik saja oleh sebagia mahasiswa.
Seperti halnya beasiswa, dalam penentuan siapa yang akan menerima beasiswa dipengaruhi juga mengenai keaktifan mahasiswa dikampus. Kesalahan besar jika mahasiswa yang tidak pernah akif dalam miniatur pemerintahan mahasiswa justru mendapatkannya. Memang tidak bisa disalahkan ketika mahasiswa yang tidak aktif mendapatkan beasiswa dengan pertimbangan nilai yang dicapai. Akan tetapi, penilaian tersebut sering tidak tepat sasaran. Artinya, banyak mahasiswa dengan IPK standar justru mendapatkan beasiswa.
Hal-hal sepele semacam itu, seharusnya menjadi perhatian besar bagi pihak yang terkait dalam penyeleksian beasiswa. Harusnya, dalam penyeleksian beasisawa harus selektif dan mempertimbangkan juga akan keaktifan dan peran serta mahasiswa di dunia kampus.
Sangat memprihatinkan jika para pejabat kampus hanya dituntut untuk melayani keluhan para mahasiswa tanpa adanya umpan balik dari mahasiswa yang lain. Karena agenda yang telah direncanakan harus mendapatkan dukungan penuh dari mahasiswa yang lain, agar program kerja yang direncanakan berjalan dengan baik.
Semoga tingkat kesadaran dan kepedulian mahasiswa semakin meningkat. Sehingga akan tercipta nuansa kampus yang kondusif sebagaimana mestinya. Semoga.

Tanpa Ketegasan
Sakit memang ketika apa yang kita rasakan direspon dengan baik oleh orang yang spesial di hati qita. Kenapa musti sakit? Karena adanya kebohongan dalam sampul wajah yang kau tampakkan dihadapanq. Kadang aku mencoba untuk tidak memikirkannya, tapi apa? Aq tak mampu untuk menghindarinya. Tuhan, kalo memang dia bukan orang yang tepat   untukku, jauhkanlah perasaan ini   darinya, agar aku mampu   bjalan diatas roda kehidupan   ini tanpa ada beban.
  By_cha”-”cha” 22.04

 
MALIKHAH SAN © 2012 | Edited Designed by Kurungan Celotehan