About Me

Malikhah; seorang ibu rumah tangga yang juga ASN dan aktif mengajar di SMPN 1 Singorojo. Lahir pada tanggal 28 Oktober 1991, dengan semangat sumpah pemuda semangat menulis untuk meninggalkan jejak digital yang bisa bermanfaat untuk semua.

Sportif Boy...



      
Terpilihnya Joko Widodo sebagai presiden Republik Indonesia yang baru patut diapresiasi. Kemenangan yang diraih Jokowi, bukanlah semata-mata kemenangan partai. Mutlak kemenangan adalah milik rakyat Indonesia. Diusung dari beberapa partai koalisi, bukan berarti partai berhak atas kuasa bangsa. Bangsa Indonesia yang telah menerapkan demokrasi, haruslah menjalankan demokrasi pada tempat yang sesuai. Artinya, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat yang menjadi prioritas utama.
            Joko Widodo yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, memang memiliki pesona yang  mampu membius masyarakat Indonesia. Jabatan yang telah ditanggalkan oleh Jokowi ini, menuai banyak kritik tajam. Sosok yang “gila jabatan” sangat melekat untuk kepemimpinan Jokowi. Indonesia tentu saja tidak ingin ditinggalkan layaknya ibukota yang kehilangan pimpinannya. Stereotip gila jabatan yang masih melekat untuk Jokowi tak boleh terulang kembali.
            Pro Kontra Terpilihnya Presiden
            Pro kontra tentang terpilihnya Jokowi, membuat bangsa ini menjadi semakin riuh. Berbagai sudut kota dibuat tegang, hingga banyak beredar isu ricuh pasca KPU mengumumkan hasil kemenangan. Prabowo sebagai bagian dari calon yang kalah dalam pemilihan, patut mencerminkan kebesaran hati menerima kekalahan. Tak sampai disitu, tim sukses yang menggawangi masing-masing calon, tak perlu meributkan hasil yang telah ditetapkan oleh KPU.
            Sebuah pertandingan pasti memunculkan pihak yang menang dan pihak yang kalah. Tim sukses yang telah memperjuangkan masing-masing calon patut mendapatkan apresiasi yang tinggi. Namun, juga patut mendapatkan pengawalan agar tidak muncul kericuhan dimana-mana akibat keegoisan masing-masing kubu.
            Indonesia tengah merindukan kedamaian, adanya presiden baru yang terpilih ini harus menjadikan bangsa kita menjadi bangsa yang damai. Sportifitas patut dijunjung tinggi oleh seluruh elemen masyarakat. Prabowo adalah capres yang kalah dalam digit angka, namun Prabowo tetap menjadi pemenang bagi dirinya dan bangsa. Kekalahan bukanlah sesuatu hal yang perlu untuk diperdebatkan.
Presiden terpilih inilah yang patut untuk didukung untuk membawa bangsa Indonesia lebih maju. Amanah yang disandarkan kepada presiden terpilih, menjadi sebuah kepercayaan yang sangat mulia. Apapun dan siapapun pemimpin bangsa Indonesia, bukankah itu yang terbaik untuk negeri ini? So... mari kita dukung pemerintahan baru bangsa Indonesia.
Selamat untuk bapak Joko Widodo dan Yusuf Kalla yang telah terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.
Selamat untuk bapak Prabowo Subiyanto dan Hatta Rajasa yang telah berjuang untuk kemajuan bangsa. Kekalahan merupakan kemenangan yang tertunda.

Sambut Pemimpin Baru


oleh, Malikhah
Di negeriku yang kaya ini, masih terselip beberapa anak terlantar
Di negeriku yang indah ini, masih terlukis orang-orang tengah memungut pemandangan indah
Di negeriku yang makmur ini, beberapa orang terlihat tengah memungut makanan di bak sampah
Dan di negeriku yang subur ini, beberapa orang terlihat kekeringan
Ada pula yang tengah terkena banjir
     Potret Indonesia inilah yang membuatku teriris
     Kita selayaknya orang tak berpenglihatan
     Menatap tanpa mata
     Bicara tanpa kata
Lihatlah, beberapa helai semangat anak-anak bangsa
Tak pernah padam,  
Bukankah esok hendak kau sambut pemimpin barumu?
Bukankah esok akan ada keributan besar?
Bukan, bukan... itu hanya sekedar ancaman sesaat
     Wahai anak manusia, bukankan ini awal menuju kemakmuran
     Pemimpin baru, semangat baru, bukankah itu yang hendak kau sambut?
     Masihkah kau memikirkan untuk sebuah pertempuran tiada guna?

Rintihan Hati Seorang Pria


Oleh, Dhek Cha_Cha
Sayangnya, air matamu enggan kau cucurkan untuk malapetaka ini
Hingga kini, entah kau letakkan hatimu dimana
Entah kau singgahkan hatimu untuk siapa
Dalam keheningan, kau tampak bimbang
          Bukankan aku yang tak perlu kau khawatirkan?
          Aku telah menjelma menjadi wanita perkasa
          Yang tak gentar akan hatimu yang kasar
Dia terlalu lemah wahai pria berhati dua
Hingga kau terjebak dalam kelemahannya
Bukankah kini engkau enggan tuk pergi darinya?
Bukankah hatimu tengah bingung hendak kau singgahkan dimana?
Bukankah kini kau tak ingin dikhianati?
Yah.. tentukan sikapmu, atau kau akan menyesal selamanya

Semarang, 20 Juli 2014// 10.48

22 Juli 2014; Momen Berdamai


Oleh, Malikhah
Masih dalam suasana indah nan suci bulan Ramadhan. Tepat tanggal 22 Juli 2014 bangsa Indonesia akan memiliki presiden baru. Yah, presiden yang akan menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono ini nantinya akan mendapatkan tantangan yang lebih besar dalam memimpin bangsa Indonesia. Betapa tidak, kekayaan bangsa Indonesia yang berlimpah diiringi dengan adanya globalisasi menjadi dua hal yang harus dijaga dan diwaspadai.
Suku, budaya, ras, dan agama yang beragam menjadikan bangsa Indonesia kaya. Potensi yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia harus dikuatkan dengan adanya nilai-nilai lokal wisdom (kebudayaan lokal). Hal ini disebabkan adanya budaya daerah yang unik, berkarakter, dan kuat akan nilai-nilai kearifan lokal. Jika budaya di masing-masing daerah tidak dijaga dengan baik, maka akar budaya yang seharusnya dijunjung tinggi oleh masyarakat akan tercerabut. Lebih parahnya lagi, ketika budaya lokal diakui oleh bangsa lain, hal ini menjadi keprihatinan bagi bangsa Indonesia.
Tantangan pemimpin negara jelas tidak sebatas budaya lokal atau menjaga kestabilan keanekaragaman suku, ras, dan agama, persaingan pasar global menjadi babak baru untuk menjadikan bangsa Indonesia selangkah lebih maju. Bangsa Indonesia harus percaya diri untuk menyongsong bangsa yang mandiri dalam segala bidang, termasuk dalam bidang ekonomi.
Didunia pendidikan pun menjadi aspek yang tidak boleh kalah untuk diperhatikan. Pendidikan yang kaya akan kebijakan pemerintah, setidaknya memiliki satu formulasi agar pendidikan di Indonesia dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa syarat. Beragam permasalahan bangsa, merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Adanya pemimpin terpilih kelak, setidaknya memberikan angin segar bagi kemajuan bangsa.
Ketatnya Persaingan
Persaingan kedua belah calon presiden semakin memanas, seiring adanya rekapitulasi KPU dalam real count. Baik Jokowi maupun Prabowo tentu memiliki kapasitas diri dan kompetensi yang sangat handal jika kelak terpilih. Sayangnya, banyaknya kecaman untuk menggugat presiden terpilih ke Mahkamah Konstitusi akibat adanya kecurangan dalam pemungutan suara. Sebagai masyarakat, isu-isu yang tengah digulirkan oleh tim sukses masing-masing calon patut untuk diwaspadai kembali. Fitnah dan adu domba dalam bidang politik menjadi hal yang wajar dalam perpolitikan di Indonesia. Mendekati pengumuman presiden ini, suasana semakin memanas.
Pemilihan presiden tahun ini berbeda dengan pemilihan presiden sebelumnya. Selisih suara yang sedikit menyebabkan masing-masing calon berambisi untuk menang. Banyak tersebar di sosial media yang sudah memprediksi pemenang pemilihan presiden ini, namun prediksi tidak selamanya tepat.
Pemilih cerdas pasti lahir dari masyarakat cerdas. Masyarakat cerdas tidak mungkin terbawa emosi sesaat akibat isu yang belum tentu kebenarannya. 22 Juli 2014 menjadi momentum penting untuk menyambut presiden baru bangsa Indonesia. Jelas, hal ini harus diimbangi dengan sikap sportif menerima kekalahan dari salah satu pasangan calon. 22 Juli 2014 bukan waktunya untuk masyarakat protes, ricuh, bahkan tawuran antar pendukung salah satu capres. 22 Juli 2014 adalah momen untuk seluruh masyarakat Indonesia berdamai dan berdoa agar presiden terpilih mampu menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Mumpung ramadhan lho.... J

Busyet, Mbahas Selingkuh Nda

Oleh, Malikhah

Selingkuh. Ini bukan tengah bercerita tentang film Hanna yang tayang di RCTI setiap malam, bukan pula cerita tentang gosip para aktris. Ini hanya berbagi informasi tentang apa yang tengah aku lihat, baca, dan lain-lain. Satu kata penuh makna ini seringkali membuat dampak yang mendalam bagi siapapun yang mengalaminya.
Perselingkuhan merupakan tantangan bagi setiap hubungan. Sayangnya, perselingkuhan sering kali ditanggapi dengan sikap dan pemikiran negatif diantara satu sama lain. Meskipun alasan apapun tentang perselingkuhan diungkapkan, tetap saja selingkuh. Demi kebaikan apapun, tetap aja selingkuh itu teramat menyakitkan.
Bagi seseorang yang baru pertama kali dalam hidup merasakan indahnya diselingkuhi, pasti akan terasa nikmat layaknya di surga. Betapa tidak, kecewa adalah faktor terbesar yang menyebabkan diselingkuhi itu menyakitkan. Ada banyak pasangan yang mengambil beragam sikap saat satu diantara mereka diselingkuhi, diantaranya
Pertama, Selingkuh balik
Banyak pula seseorang yang mengetahui telah diselingkuhi pasangannya, ia akan berbalik selingkuh. Tindakan ini memang konyol, namun dilakukan dengan dasar. Yah, motif balas demdam bisa jadi alasan terkuat mengapa seseorang yang diselingkuhi itu akan melakukan hal yang sama. Merasa kecewa, tentu akan mencari kebahagiaan yang baru.
Kedua, Nangis sampai air mata habis
Kebanyakan yang melakukan hal ini adalah wanita. Mengetahui laki-laki yang dicintainya selingkuh, pasti wanita tersebut akan menangis sampai air mata habis...ckckckckck.... Hal ini disebabkan adanya kekecewaan berat pada sang kekasih, hingga dia merasa dijatuhkan, tidak dihargai, tidak dianggap ada, dan pada akhirnya menangis menjadi pilihan.
Ketiga, bersikap bijaksana
Bijaksana menanggapi segala permasalahan dalam hubungan bisa dijadikan pilihan sikap diantara pasangan. Sedikit pasangan yang mampu melakukan hal tersebut. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena sulitnya melakukan hal tersebut. Kita bayangkan, semisal kita diselingkuhi, pastinya sikap berontak terhadap pasangan lah yang menjadi pilihan. Sikap bijaksana penulis artikan sebagai sikap mau menerima kesalahan pasangan, hingga pada akhirnya memaafkan sang pasangan. Perlu adanya kebesaran hati bagi setiap orang yang diselingkuhi untuk memilih sikap tersebut. Alih-alih bersikap bijak, sang pasangan malah tambah rajin selingkuh... wah bahaya inih...
Keempat, bertemu dan selesaikan langsung ketiga belah pihak
Dalam perselingkuhan, pastinya membutuhkan penyelesaian yang cepat untuk mengentaskan permasalahan. Bisa juga dilakukan dengan mempertemukan ketiga belah pihak, yakni antara sepasang kekasih dan selingkuhan tersebut. Sayangnya, banyak pasangan yang enggan untuk melakukan hal ini. Selain bisa menimbulkan perang dunia ke empat, bisa jadi seseorang tidak memiliki keberanian untuk mempertemukan langsung ketiga belah pihak. Tindakan semacam ini bisa dikatakan “CEMEN”. Tidak dipungkiri, mempertemukan ketiga belah pihak sama saja dengan bunuh diri. Wow....
Gimana, bagi kamu-kamu yang diselingkuhi, kamu pilih yang mana inih? Masihkah percaya dengan pasangan kamu? Kepercayaan berlebihan terhadap pasangan merupakan tindakan yang tidak baik. Allah melarang hambanya melakukan hal yang berlebihan, ya kan? Makanya, percaya kepada pasangan itu yang wajar-wajar saja, tidak usah berlebihan. Alih-alih berlebihan, eeeeee... malah diselingkuhi.. blaik kamu... ckckckckck
Kalau penjelasan diatas dilihat dari perspektif korban (pasangan yang diselingkuhi), kali ini penulis akan membahas kenapa banyak orang melakukan perselingkuhan. Ayuk kita simak penjelasan berikut:
Pertama, mencari yang lebih baik
Meskipun telah mendapatkan pasangan yang cantik/ ganteng, kaya, setia, bahkan rela berkorban demi pasangan, terkadang perselingkuhan tetap saja tidak bisa dihindari. Seseorang yang selalu mengejar yang lebih baik, tidak akan merasa puas meskipun telah memiliki pasangan yang sempurna. Ia akan terus mencari seseorang yang lebih baik, bisa jadi sampai tua hal itu terus dilakukan.
Kedua, bosan dengan pasangan
Hubungan yang dijalani bertahun-tahun pastinya akan terasa menjenuhkan. Nah, saat-saat seperti inilah yang seringkali dilakukan oleh seseorang untuk berselingkuh. Sekali lagi ya, meskipun pasangan kita adalah wanita/ laki-laki idaman, banyak yang ingin menjadi pacarnya, bahkan banyak yang mengagumi, hal itu tidak lantas membuat seseorang berhenti untuk berselingkuh.
Keempat, mata keranjang
Laki-laki ataupun perempuan pastinya ada yang mata keranjang, bahkan banyak banget. Hobi untuk melirik wanita-wanita cantik atau laki-laki tampan pasti akan selalu dilakukan. Inilah yang membuat gerbang perselingkuhan semakin  besar untuk dibuka.
Kelima, tidak bisa melupakan masa lalu
Setiap orang pasti memiliki masa lalu dengan mantan-mantannya. Terkadang, meskipun tidak lagi berhubungan, namun banyak pasangan yang belum bisa melupakan sang mantan. Akibatnya, kembali kepangkuan mantan menjadi pilihan, meskipun telah memiliki pasangan. Gile loooo... jatoh ke sumur yang sama...
Ada banyak pilihan untuk menyikapi sebuah perselingkuhan. Jalan paling akhir adalah mengakhiri hubungan dengan pasangan. Hal itu layak untuk dilakukan jika memang pasangan sudah tidak lagi bisa dipercaya lagi. Terkadang, meskipun telah meminta maaf, telah bertaubat, namun bisa jadi perselingkuhan diulangi kembali. Bagi kamu-kamu korban perselingkuhan, tidak ada hal yang patut kamu sesali dari pasangan kamu, anggap saja dia khilaf.. ckckckc...
Bagi kamu-kamu yang berselingkuh, lakukan terus aja sampai kamu muak dengan sebuah perselingkuhan. Menjadikan “selingkuh” sebagai hobi tidak masalah loh.. Didalam undang-undang tidak ada yang mengatur tentang larangan perselingkuhan, so.. masih ragu menghentikan perselingkuhanmu? Silahkan dilanjutkan hingga karma mendekatimu..ckckckck
Bagi kamu-kamu yang menjadi selingkuhan, eh pantas dikasih kaca yang besar tuh.. eits.. menjadi selingkuhan itu bukan berarti yang bisa disalahkan lo ya.. bisa jadi menjadi selingkuhan itu disebabkan akibat ulah seseorang yang telah memiliki pasangan. Berpikirlah berulangkali jika hendak menjadi wanita/ laki-laki simpanan alias selingkuhan.

Bagi kamu-kamu yang hubungannya adem ayem, berbahagialah. Namun, tetap harus siap jika saatnya kalian diselingkuhi, dikhianati, ditinggalkan. Kalian bisa memilih sikap yang telah penulis sebutkan... selamat mencoba...Looooh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Detik-Detik Menjelang Pilpres

oleh, Malikhah

Bulan suci ramadhan selalu identik dengan penuh keberkahan. Ramadhan juga menjadi kesempatan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Sang maha Pencipta Alam Semesta. Kesucian bulan ramadhan semakin meriah tat kala lantunan ayat suci al Quran dikumandangkan. Setiap malam, masjid-masjid dipenuhi oleh jama’ah untuk menunaikan sholat tarawih.
Pemandangan lain yang tak pernah lepas dibulan ramadhan adalah banyaknya penjaja ta’jil diberbagai sudut. Menjelang waktu berbuka puasa, menjadi saat dimana penjaja ta’jil diserbu oleh beragam masyarakat. Inilah gambaran ramadhan di Indonesia yang senantiasa riuh dengan aneka budayanya.
Semakin riuh kembali tat kala ramadhan dibarengi dengan pemilihan presiden. Dari Sabang hingga Merauke semarak dengan nama-nama capres. Ramadhan, bulan yang jatuh bertepatan dengan momentum Pemilihan Umum (PEMILU) ini menjadikan prosesi pemilihan presiden menjadi semakin sakral. Prosesi pemilihan presiden ini, tentu saja mengingatkan kita pada perjuangan pahlawan menjelang detik-detik proklamasi. Presiden pertama Soekarno, terpilih saat momentum bulan suci ramadhan. 69 tahun silam, proklamasi dikumandangkan beriringan dengan bulan suci ramadhan. Momentum Pemilu Presiden yang biasa diwarnai dengan fanatisme salah satu calon, meskinya diredakan.
Waspada!!!
Meskipun jatuh saat ramadhan, bukan berarti kampanye hitam tiada begitu saja. Politik, cara selicik-liciknya seringkali dilakukan untuk mendapatkan sebuah kekuasaan. Sebagai pemilih cerdas, kejelian dalam menentukan pilihan tidak cukup. Perlu adanya kejelian dalam melihat tim suksesnya juga. Sebab yang langsung bersinggungan dengan masyarakat langsung mayoritas adalah tim sukes dari masing-masing calon. Bisa jadi muka hello kitty hati serigala, begitu pula sebaliknya.
Ini bukan persoalan kecurigaan, namun sikap skeptis sebagai pemilih cerdas. Dalam filsafat, sikap skeptis atau keragu-raguan merupakan salah satu ciri berpikir filsafat. Yah, kita memang tidak tengah membicarakan filsafat, namun dari pelajaran filsafat inilah yang menjadikan kerangka berpikir dalam menentukan sikap.
Kampanye hitam yang menjadi kabar terpopuler, saat-saat inilah yang patut untuk dihilangkan. Sucinya bulan ramadhan harus diiringi dengan sucinya prosesi pemilihan presiden. Sehingga masyarakat mampu memilih pemimpin yang benar-benar layak memimpin Indonesia.

Prabowo ataupun Jokowi adalah calon yang memiliki kualitas dan kapasitas masing-masing. Dengan segala kelebihan mereka, pastinya bukan sekedar suka atau tidak suka dalam memilih salah satu diantara mereka. Sebagai orang awam, bisa jadi tidak paham akan kemampuan masing-masing calon. Namun, keyakinan diri dalam akan sosok idaman lah yang patut dipertahankan. Jangan sampai terperangkap dengan doktrinasi calon yang bukan pilihan anda. Sisa-sisa waktu dalam menentukan pilihan adalah waktu untuk memantapkan diri dalam memilih calon presiden untuk beberapa tahun kedepan. 

 
MALIKHAH SAN © 2012 | Edited Designed by Kurungan Celotehan