Ketika Mahasiswa Tak Lagi Peduli akan Keadaan Kampus Tarbiyah
Ketika berita mengenai beasiswa menyebar, mahasiswa berbondong-bondong untuk berjuang mendapatkannya. Semua persyaratan yang diberikan langsung dipenuhi oleh mahasiswa. Beasiswa DIPA yang baru saja diberitakan pun juga ikut laris manis diserbu oleh mahasiswa. Hampir mencapai 900 mahasiswa yang mendaftar beasiswa tersebut, namun hanya +- 300 mahasiswa yang memperolehnya.
Melihat antusias mahasiswa yang akan memperebutkan beasiswa tentunya menjadi keprihatinan sendiri. Kita melihat realita yang ada di kampus Tarbiyah ini ketika lembaga mahasiswa mengadakan kegiatan-kegiatan yang notabene diperuntukkan kepada mahasiswa, justru partisipasi dan antusias mahasiswa sangat minim sekali. Banyak sekali kegiatan yang agendakan oleh para pejabat kampus, akan tetapi hanya ditilik saja oleh sebagia mahasiswa.
Seperti halnya beasiswa, dalam penentuan siapa yang akan menerima beasiswa dipengaruhi juga mengenai keaktifan mahasiswa dikampus. Kesalahan besar jika mahasiswa yang tidak pernah akif dalam miniatur pemerintahan mahasiswa justru mendapatkannya. Memang tidak bisa disalahkan ketika mahasiswa yang tidak aktif mendapatkan beasiswa dengan pertimbangan nilai yang dicapai. Akan tetapi, penilaian tersebut sering tidak tepat sasaran. Artinya, banyak mahasiswa dengan IPK standar justru mendapatkan beasiswa.
Hal-hal sepele semacam itu, seharusnya menjadi perhatian besar bagi pihak yang terkait dalam penyeleksian beasiswa. Harusnya, dalam penyeleksian beasisawa harus selektif dan mempertimbangkan juga akan keaktifan dan peran serta mahasiswa di dunia kampus.
Sangat memprihatinkan jika para pejabat kampus hanya dituntut untuk melayani keluhan para mahasiswa tanpa adanya umpan balik dari mahasiswa yang lain. Karena agenda yang telah direncanakan harus mendapatkan dukungan penuh dari mahasiswa yang lain, agar program kerja yang direncanakan berjalan dengan baik.
Semoga tingkat kesadaran dan kepedulian mahasiswa semakin meningkat. Sehingga akan tercipta nuansa kampus yang kondusif sebagaimana mestinya. Semoga.
A SIMPLE BLOG OF AN ORDINARY GIRL WHICH HAPPEN AROUND YOU
Untuk FAKTA
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
LABEL BLOG
TULISAN TERLARIS
-
Terkadang, air matamu terjatuh begitu saja .. Tak kuasa menahan derai air mata yang kau sandang .. Ku tahu ini akan berat untuk mu...
-
Banyak orang mampu menguasai dunia dengan sepuluh jari yang mereka miliki. Mereka lebih bangga karena menguasai tekhnologi yang semakin cang...
-
oleh, Malikhah Genuk sebagai salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Ungaran Barat menjadi tempat bernaungku selama 45 u...
-
Enggak terasa sudah hampir 4 tahun kuliah di IAIN Walisongo Semarang. Waktu cepat sekali berlalu, hingga kini memasuki bulan ke empat d...
-
Oleh, Dhek Cha_Cha Sayangnya, air matamu enggan kau cucurkan untuk malapetaka ini Hingga kini, entah kau letakkan hatimu dimana Enta...
-
Laporan Perjalanan Ke Museum Ronggowarsito Dok. Malikhah I. PENDAHULUAN Perlu diketahu...
-
Zaman jahiliyah bisa jadi kembali lagi hadir di era globalisasi ini. Jahiliyah yang dalam bahasa Arab: جاهلية, (jahiliyyah) ada...
-
Pancasila, panca berarti lima, dan sila yang berarti asas. Merupakan ideologi bangsa Indonesia yang wajib kita pegang teguh sebagai anak b...
-
Orientasi pengenalan kampus atau yang sering kita kenal dengan Ospek merupakan gerbang awal untuk mahasiswa baru. Sebagai mahasiswa ya...
© 2020 - MALIKHAH SAN



0 komentar:
Post a Comment