About Me

Malikhah; seorang ibu rumah tangga yang juga ASN dan aktif mengajar di SMPN 1 Singorojo. Lahir pada tanggal 28 Oktober 1991, dengan semangat sumpah pemuda semangat menulis untuk meninggalkan jejak digital yang bisa bermanfaat untuk semua.

Berani Mepertegas Persoalan

Berani Mepertegas Persoalan
Permasalahan yang membelit Anas Urbaningrum dengan Nazaruddin hampir setiap hari mengisi acara berita televisi. Pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Nazaruddin kepada Anas semakin menjadi-jadi. Tuduhan yang menyatakan bahwa Anas terlibat proyek Wisma Atlet SEA Games dan diduga menerima uang 70 milliar dari proyek ini, dibantah mentah-mentah oleh Anas.
Setelah kasus yang dituduhkan kepada Anas tersebut, Demokrat menjadi semakin gusar. Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan yang terjadi di partai Demokrat. Anas Urbaningrum harusnya mampu memberikan penjelasan dan keterangan secara benar dan transparan terkait tuduhan yang dilontarkan Nazaruddin. Sehingga akan mempertegas siapa yang sebenarnya salah dan benar. Tidak hanya saling tuduh menuduh dibelakang layar, tapi mereka juga harus berani menyelesaikan persoalan ini di depan publik.
Krisis kepercayaan yang dialami oleh Demokrat saat ini, tentunya akan berdampak negatif terhadap perkembangan partai ini ke depan. Seharusnya Demokrat harus mampu memebenahi persoalan internal mereka. Dapat kita refleksikan kembali bahwa Indonesia menjadi tidak akan maju dan berkembang, salah satu penyebabnya yaitu para elit politik terlalu sibuk untuk membahas persoalan internal yang terjadi. Ketidakharmonisan dalam internal partai Demokrat saat ini benar-benar tampak jelas di media massa. Inilah yang menjadi garapan utama partai Demokrat. Demokrat harus mampu mengembalikan citra baik terutama dimata masyarakat.

Polisi Pun Tak Mau Ketinggalan

Polisi Pun Tak Mau Ketinggalan
Perjudian memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Hadiah yang menarik menjadi umpan, sehingga pelaku perjudian akan ketagihan untuk terus ikut judi. Daya tarik ini tidak hanya menjadi simpatisan masyarakat, namun pihak-pihak pemberantas judi kadang justru ikut tergiur dalam perjudian.
Togel menjadi salah satu trend perjudian yang saat ini banyak diminati. Jelas togel ini sangat merisaukan masyarakat. Sayangnya pengaduan masyarakat terkait judi sering kali tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Hal ini menjadi indikasi bahwa pihak kepolisian tidak mampu menyelesaikan persoalan judi dengan tegas. Tindakan polisi ini sepertinya hanya menjadi tembok tempat persembunyian mereka.
Pasalnya banyaknya kasus perjudian yang juga melibatkan pihak kepolisian. Meskipun ada indikasi oknum penegak hukum juga terlibat sebagai beking judi, tentunya tidak menjadi alasan untuk memperlambat proses pemberantasan togel.
Tetap saja hukum harus ditegakkan secara adil. Siapa pun yang terlibat dalam perjudian harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Tidak ada ampun untuk pelaku judi termasuk pihak kepolisian yang ikut terlibat. Polisi harus berani bersikap tegas terhadap pelaku judi. Dengan ketegasan pihak kepolisian terhadap kasus perjudian, maka kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada polisi untuk menegakkan hukum akan terbangun kembali. Jika memang ada pihak kepolisian yang terlibat judi, maka harus dihukum dan segera didelete dari jabatannya.

Mempertegas Jati Diri Mahasiswa

Pertegas Jati Diri Mahasiswa
Oleh: Malikhah*
Jika Aku Menjadi menjadi sebuah tayangan yang menampilkan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Secara substansi tayangan itu memang bagus, terutama dalam menyoroti potret buram perekonomian rakyat Indonesia. Tayangan yang memprioritaskan mahasiswa sebagai aktor dalam tayangan tersebut, akan memberi kesan terhadap dua latar belakang kehidupan yang berbeda.
Kehidupan mahasiswa yang cenderung glamor, diharuskan tinggal di pedesaan dengan melakukan aktivitas salah satu warga desa. Namun, sering kali mahasiswa memberi kesan yang negatif kepada publik. Mereka terlihat manja, gengsi, dan risi jika melakukan kegiatan yang tidak pernah dilakukan oleh mereka. Misalnya, menanam padi, membersihkan kandang, mencari kayu bakar, dan sebagainya.
Sikap itu justru akan menurunkan jati diri mahasiswa sebagai Agen Sosial of Change. Tidak seharusnya mahasiswa bersikap manja, gengsi, ataupun risi dengan kegiatan di pedesaan. Mahasiswa harusnya lebih progres, tanggap dengan keadaan, mandiri, dan sebagainya.
Pada dasarnya gengsi ataupun manja hanya melekat kepada beberapa mahasiswa saja. Masih banyak mahasiwa yang tidak hanya bermanja-manja dalam melakukan kegiatan. Kita tidak bisa mengklaim bahwa sosok mahasiswa hanyalah sosok yang manja dan kurang mampu bermasyarakat. Mahasiswa juga mampu untuk membantu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan. Dapat ditegaskan bahwa sosok mahasiswa bukanlah sosok manja, gengsi, dan tidak mampu bermasyarakat.

*Penulis adalah pengurus
Lembaga Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas

MenAKAR KeSuksesan

SUKSES DARI SEGALA ASPEK
Sukses adalah sebuah perjalanan, dan bukanlah tujuan akhir dari proses perjuangan hidup. Hal itulah yang patut kita tanamkan pada diri kita dalam menggapai kesuksesan. Terkadang banyak orang yang tidak mampu bertahan dalam proses menuju kesuksesan. Ini yang menjadi momok utama penghambat kesuksesan.
Bangkit ketika mengalami kegagalan merupakan suatu kekuatan untuk diri kita. Ini menjadi salah satu gerbang menuju sebuah kesuksesan. Perjalanan yang begitu panjang dalam menggapai kesuksesan terkadang menjadikan seseorang jenuh akan adanya pekerjaan yang digeluti. Namun, dalam kejenuhan itu seharusnya kita mampu memanfaatkan setiap celah yang ada dalam kegagalan tersebut. Dengan adanya kesabaran, maka kesuksesan yang kita dambakan akan terwujud.
Banyak hal sebenarnya yang dapat menjadikan tolok ukur adanya kesuksesan. Sukses tidak bisa kita nilai hanya dari satu sudut pandang saja, misalnya hanya dari hasil finansial yang kita dapatkan, ataupun yang lainnya. Sukses juga tidak bisa kita ukur dari perubahan sikap menjadi lebih baik juga. Judul pekerjaan, finansial, kepemimpinan/ jabatan, pemberdayaan menjadi kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mengukur kesuksesan seseorang.
Judul pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang seseorang geluti semasa studi menjadi tolok ukur kesuksesan seseorang. Bertahun-tahun menggeluti ilmu dibidangnya dan kemudian dia mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dia pelajari, menjadi pijakan awal dari kesuksesn seseorang. Sebab, keikhlasan dan kesenangan dalam menjalankan pekerjaannya merupakan keberhasilan dalam mengukir cita-cita yang didambakan. Ditopang dengan penghasilan yang cukup besar menambah nilai plus dari kesuksesan seseorang. Tentunya sebuah jabatan yang kita dapatkan juga akan menjadi tolok ukur seberapa besar kesuksesan yang kita peroleh. Peningkatan diri seseorang juga bisa kita lihat dalam peningkatan kinerja seseorang. Tentunya jika seseorang mampu bekerja dengan baik dan cakap, maka jabatan dalam pekerjaan kita akan meningkat.
Mampu memberdayakan orang lain juga menjadi takaran untuk mengetahui kesuksesan seseorang. Hal ini terlihat ketika seseorang mampu memberdayakan orang-orang yang ada disekitarnya. Kesuksesan memang tergantung diri kita sendiri, namun kesuksesan yang kita dapatkan bukanlah semata-mata untuk diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus tetap peduli dengan lingkungan sekitar kita. Sukses untuk kita, sukses juga untuk orang-orang dan lingkungan di sekitar kita.

Berani Mepertegas Persoalan
Permasalahan yang membelit Anas Urbaningrum dengan Nazaruddin hampir setiap hari mengisi acara berita televisi. Pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Nazaruddin kepada Anas semakin menjadi-jadi. Tuduhan yang menyatakan bahwa Anas terlibat proyek Wisma Atlet SEA Games dan diduga menerima uang 70 milliar dari proyek ini, dibantah mentah-mentah oleh Anas.
Setelah kasus yang dituduhkan kepada Anas tersebut, Demokrat menjadi semakin gusar. Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan yang terjadi di partai Demokrat. Anas Urbaningrum harusnya mampu memberikan penjelasan dan keterangan secara benar dan transparan terkait tuduhan yang dilontarkan Nazaruddin. Sehingga akan mempertegas siapa yang sebenarnya salah dan benar. Tidak hanya saling tuduh menuduh dibelakang layar, tapi mereka juga harus berani menyelesaikan persoalan ini di depan publik.
Krisis kepercayaan yang dialami oleh Demokrat saat ini, tentunya akan berdampak negatif terhadap perkembangan partai ini ke depan. Seharusnya Demokrat harus mampu memebenahi persoalan internal mereka. Dapat kita refleksikan kembali bahwa Indonesia menjadi tidak akan maju dan berkembang, salah satu penyebabnya yaitu para elit politik terlalu sibuk untuk membahas persoalan internal yang terjadi. Ketidakharmonisan dalam internal partai Demokrat saat ini benar-benar tampak jelas di media massa. Inilah yang menjadi garapan utama partai Demokrat. Demokrat harus mampu mengembalikan citra baik terutama dimata masyarakat.

Makna Puasa

MENGGUGAT MAKNA PUASA
Bulan yang penuh keberkahan, bulan spesial yang hanya datang satu kali dalam setahun sebentar lagi akan tiba. Semua umat muslim bersiap-siap untuk menyambut datangnya bulan keberkahan ini. Bermacam-macam kegiatan yang dilakukan untuk menyambut bulan suci ini. Tidak menjadi permasalahan berarti tentang bagaimana cara mereka menyambut datangnya bulan ramadhan. Dengan adanya keberagaman adat yang dimiliki masyarakat, menjadi ciri khas tersendiri untuk daerah masing-masing.
Pada dasarnya, puasa ramadhan merupakan salah satu kewajiban universal yang harus dilaksanakan oleh umat muslim. Perlu kita tegaskan bahwa puasa bukan hanya sekedar kewajiban rutinitas tahunan, menahan lapar, berbuka, sahur, dan setelah selesai tidak membekas pada psikologis dan spiritual pada diri setiap individu. Namun, puasa merupakan kewajiban yang mesti menggugah kesadaran kesejatian diri kemanusian, ketiggian bertauhid, ketinggian moral, ketinggian akhlak, ketinggian kepedulian dan kontribusi pada sosial kemasyarakatan dalam rangka amar ma'ruf dan nahil mungkar.
Segudang harapan yang didambakan sering kali tidak tercapai secara maksimal. Justru banyak tindakan dilakukan hanya untuk memuaskan diri untuk menebus nafsu yang tidak boleh dilakukan saat puasa. Kita tilik sejenak, di bulan ramadhan sering kali nominal belanja para ibu rumah tangga semakin meningkat tajam. Terlihat dari konsumsi yang digunakan setiap kali berbuka puasa dan sahur. Seharusnya dengan adanya berpuasa kita diharapkan mampu sama-sama merasakan nasib fakir miskin yang tidak bisa makan secara teratur. Namun, ketika berpuasa justru hidangan yang disediakan sering berlebihan.
Berbuka puasa secara berlebihan juga sering kali kita lakukan. Segelas air dengan tiga buah kurma sebenarnya sudah cukup untuk berbuka puasa, namun kita sering makan berlebihan untuk membalas dendam puasa yang kita jalankan, sehingga pada saat tarawih di malam hari, kita merasakan kekenyangan karena terlalu banyak makan. Dengan makan yang tidak terkontrol pada saat berbuka puasa, maka akan menyebabkan penyakit bagi tubuh kita.
Dengan adanya pemaknaan puasa secara benar, maka kita akan menyadari makna puasa yang sebenarnya. Meskipun berpuasa, namun pola makan kita ketika berbuka dan sahur harus tetap diatur dengan baik. Disisi lain, kita juga harus memperbanyak amal kita hanya untuk Allah. Selain pola makan yang teratur, nominal belanja juga harus dikontrol. Meskipun dengan niatan memuliakan bulan ramadhan, namun kita juga harus selalu memilah-milah kebutuhan yang penting dan bermanfaat untuk dikonsumsi untuk diri kita.

Restorasi MAZ

Restorasi MAZ
Panji Gumilang (PG) merupakan pemimpin yayasan Ma’had Al Zaytun (MAZ). Dia menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam MAZ. PG terjerat kasus pemalsukan akta otentik kepengurusan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI). Meskipun demikian, tidak menyurutkan partisipasi massa pendukung PG. Hal ini terbukti dengan adanya demonstrasi yang dilakukan oleh pendukung PG yang tergabung dalam Organisasi Tanpa Bentuk (OTB). Demo yang dilakukan beberapa hari yang lalu ini menuntut agar PG segera dibebaskan dari jeratan hukum. Tentunya, hal ini menjadi bukti eksistensi PG bahwa dia juga memiliki massa yang sangat kuat.
Berawal dari kasus inilah, PG diduga kuat menjadi salah satu motor penggerak gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang berlangsung di MAZ. Adanya indikasi keterkaitan PG dengan gerakan NII sangat terlihat jelas. MAZ yang saat ini dipimpin oleh PG, tidak terlepas dari hubungan dengan NII KW IX.
Selain itu, aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII KW IX menjadi sumber dana yang signifikan bagi kelahiran dan perkembangan MAZ. Kucuran dana yang cukup banyak itu ternyata merupakan hasil penyelewengan ajaran Islam. Penggalangan dana secara paksa itu dibungkus rapi dengan menggunakan term keagamaan.
Struktur dalam MAZ harus segera dibenahi agar menjadi lebih baik. Kepemimpinannya pun harus segera diganti, sehingga para santri MAZ tidak teracuni oleh ajaran NII yang menyimpang dari syariat Islam. Karena struktur didalamnya akan berpengaruh terhadap perkembangan MAZ.

Cukup Puas aq Merasakan kesakitanku ini padamu.....

semoga kauu selalu bahagia dengan orang yang kau pilih.....

biarkan aq memendam perasaan ini untukmu....

biarkan aq merasakan sakit berkepanjangan karena mu....

biarkan aku mengenang semua kenangan yang pernah terlewatkan bersamamu....

ternyata semua itu adalah amunisi yang paling jitu untuk menambah kesakitan dan kepedihanku.....

_"Hanya Karenamu"_

Cerpen

SUARA TERAKHIR Di penggantungan kotak-kotak
Terik itu menyengat di sekujur tubuh papah....
“Ambilkan segelas air wan...!!! “ pinta papah pada anaknya yang selalu membantunya bekerja
“Iya pah....” sahut Iwan...
Dengan wajah yang terlihat kelelahan papah tetap melanjutkan pekerjaannya. Kotak demi kotak ia sentuh dengan lembut. Rasa lelah tidak membuatnya mengeluh sedikitpun.
“Tuhan kapan kau merubah nasib kami???” batin Iwan sambil mengambilkan air...
“Tak usah kau menyesali nasib kita Wan!!!” ucap papah... Seakan dia tahu apa yang sedang aku pikirkan.
“Iya pah, aku hanya mengandai-andai saja...hehehe” jawab Iwan dengan senyum yang sedikit malu...
Matahari seakan berada diatas kepalaku... ku lihat jam menunjukkan pukul 12.00... tapi masih ratusan kotak yang belum kami selesaikan.
“Ayo Wan kita turun,, waktunya solat..!!” ajak papah
“Iya pah, satu kotak lagi baru kita turun” sahut Iwan dengan penuh semangat..
Hari ini kami hanya bekerja berdua, om Jefri yang selalu bikin tawa tidak bekerja, dia difonis mengidap peyaki kanker. Sungguh tragis, canda tawanya yang selalu menghiasi penggantung tempat biasa kita pijaki, satu minggu sudah ia tinggalkan. Om Joko yang lugu dan pendiam, hari inipun harus meninggalkan pekerjaannya. Anaknya baru saja jatuh dari motor yang baru dibelinya beberapa bulan yang lalu.
Setelah kami berdua menunaikan solat, papah mengajakku makan siang di emperan toko, tepat disebelah kiri tempat kami bekerja.
“Mau makan apa Wan??” tawar papah padaku
“Seperti biasanya aja pah” jawab Iwan sambil melihat lalu lalang jalanan yang hari itu tampak padat.
“Makanlah sesukamu Wan, hari ini kamu boleh makan sesukamu, makanlah yang banyak. Masih banyak kotak yang belum kita selesaikan Wan” suruh papah
“Iya pah” terang Iwan seperti tak begitu menghiraukan
“ayolah Wan makan segera, kita harus cepat naik lagi!!” desak papah pada Iwan
“ iya pah, aku pengen istirahat bentar, naeknya nanti aja pah!!” lanjut Iwan
Agak sedikit lemas Iwan menyantap makanan yang ada dihadapannya. Seakan tak ingin bangkit dari tempat duduknya. Tiba-tiba suara anak kecil menghampiri Iwan...
“uang kak” pinta anak kecil yang terlihat kusam dan tak bersendal
Iwan tak menghiraukan suara peminta-minta itu. Dia tetap melanjutkan makannya dengan cepat karena harus kembali naik untuk menyelesaikan pekerjaannya.
“uang kak!!! Uang kak!!! Uang kak!!!” seru anak itu dengan nada yang lebih lantang...
Tapi Iwan tetap saja tak menghiraukan. Papahnya yang sedang menikmati sepuntung rokoknya sampingnya pun juga tak menghiraukannya. Mereka seperti tak mendengar suara apapun.
Anak kecil itupun menangis, tapi Iwan dan papahnya tetap tak menghiraukannya. Hingga anak itu keluar warung pun mereka berdua tetpa saja diam seakan tak mendengar jeritan sang anak.
“finish!!!” ucap Iwan sambil mengambil es jeruk yang berasa manis seakan gula yang dicampurkan terlalu banyak..
“ayo kita naik lagi Wan!!” ajak papah
“siap bozzzz!!!” jawab Iwan dengan penuh semangat karena perutnya mulai kencang..
“Barapa lek?” tanya papah pada sang penjual
“ 50 ribu kang..sekalian ma utangmu yang kemarin” jawab si penjual sambil melayani pembeli yang lain
Memang papah sering berhutang kala makan tak punya uang, jadi kadang tagihannya pun menggunung.
Kami mulai melangkahkan tapak demi tapak sampai pada penggantung. Kamipun mulai naik perlahan. “Papah hampir 10 tahun Wan bergantung dengan pekerjaan ini. Dulu saat dirimu kecil, papah sering ajak kamu naik. Meskipun tinggi, tapi kamu tidak pernah takut untuk ikut naik Wan.” Kenang papah sambil menggandeng tanganku
“Papah sebenarnya tidak mau kamu mengikuti jejak papah Wan, papah ingin kamu bisa bekerja lebih baik dari papah” lanjut beliau dengan perasaan menyesal..
“Aku seneng pah bisa bekerja disini pah, meskipun disorot oleh teriknya matahari, asalkan bisa membantu papah itu merupakan satu kebahagiaan yang tak ternilai pah” jawabnya tanpa ada beban sedikitpun..
Setelah beberapa jam berlalu, Iwan terlihat pucat. Papahnya yang sibuk dengan kotak-kotak yang ada didepannya tak mengetahui jika anaknya mulai kelelahan. Iwan tetap saja melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan kondisi tubuhnya.
“Papaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh!!!!!!!” teriak Iwan dengan lantang...
Namun sang papah tak mendengar teriakan yang begitu kerasnya. Papahnya tetap melanjutkan pekerjaannya. Diapun tidak mendengar ada suara heboh dibawah. Papah tetap saja asyik membersihkan kaca kotak-kotak yang sudah berada di lantai 9.
“Wan, ambilkan air sebentar, papah haus!!” pinta papah...
Tetap saja papah belum menyadari bahwa Iwan sudah tak berada didekatnya.
“Iwan???” panggil papah sambil menoleh dengan rasa kaget
Dia baru menyadari anaknya terjatuh. Suasanapun semakin memilukan ketika melihat sang anak terbujur kaku. Tangisan yang sangat memilukan dari papah menghiasi gedung tempat mereka bekerja..
Selang beberapa minggu, papah teringat...
” Anak peminta-minta di warung itu???”

Satu Angkatan

“ SATU ANGKATAN DAN SATU JIWA “
Ribuan mahasiswa yang menempuh studi di IAIN, dengan ghiroh yang besar mereka menuntut ilmu dan berkompetisi dalam dunia kampus sebagai calon intelektual muda. Jika kita menilik lebih lanjut, dalam dunia perkuliahan terdapat banyak ruang untuk mengaktualisasikan potensi diri yang kita miliki. Sayangnya, hanya segelintir mahasiswa yang mau berperan dalam dunia kampus. Dalam dunia kampus, mahasiswa diberi ruang untuk ikut berperan aktif dalam menentukan kebijakan yang notabene ditujukan pula untuk mahasiswa itu sendiri.
Namun, sangat disayangkan ketika kita melihat banyaknya agenda yang diadakan oleh elit politik kampus yang ditujuka untuk mahasiswa itu sendiri. Kurangnya partisipasi mahasiswa akan hal tersebut, menjadi titik hitam yang patut kita renungkan. Kita tidak bisa saling menyalahkan antara mahasiswa yang aktif di organisasi dan yang tidak. Sebab, adanya korelasi antara kedua belah pihak yang saling terkait.
Kita tilik sekilas, sebenarnya banyak hal yang menyebabkan mahasiswa tidak mau aktif dalam organisasi kampus. Masalah-masalah klasik tentunya sudah sering kita ungkapkan, misalkan males, kegiatan tidak menarik, tidak adanya layanan info yang cukup, lebih memprioritaskan diri ke bidang akadmik, dsb. Ada hal penting yang harusnya kita sadari untuk menyikapi hal tersebut. Kita bangun mensed mahasiswa yang tidak aktif agar mereka merasa butuh akan adanya lembaga yang ada di kampus. Dengan demikian, angka keaktifan mahasiswa akan ada peningkatan. Kita juga harus paham akan kebtuhan mahasiswa, sehingga dalam mengagendakan suatu kegiatan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa lain. Ehingga setiap agenda yang dilaksanakan akan banyak mendaapat sokongan dari mahasiswa lain karena kegiatan tersebut merupakan kebutuhan dari mahasiswa itu sendiri.
Disadari atau tidak, mahasiswa sekarang cenderung berorientasi pada bidang akademik. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya sikap kritis mahasiswa terhadap pihak birokrasi. Sebenarnya banyak keluhan dari mahasiswa akan kinerja pihak birokrasi, akan tetapi banya pula aspirasi mahasiswa yang hanya ditampung dan dibiarkan saja. Keluhan akan pelayanan bagian akademik, kebijakan-kebijakan dari pihak birokrasi, penyediaan fasilitas kampus yang tidak memadai, dsb. Seharusnya dapat dijadikan bahan untuk mengkritik dan menggugat kinerja birokrasi agar ke depan menjadi lebih baik.
Berbicara soal mahasiswa, lagi hangat-hangatnya mengenai mahasiswa baru angkatan 2010. Kaum perempuanlah yang menurut pengamatan saya lebih dominan hiperaktif daripda cowok. Semangat dan greget yang dimiliki kaum perempuan lebih besar. Hal ini sangat berbeda jauh dari angkatan sebelumnya. Di angkatan 2009, kaum-kaum lelaki yang mendominasi. Mulai dari forum diskusi, organisasi, liburan semua dipegang oleh kaum lelaki.
Memang ada beberapa hal yang patutnya kita cermati, banyak keluhan dari para lelaki yang mengatakan bahwa senior hanya mengkader perempuan. Padahal, pernyataan tersebut tidak selamanya benar, sebab meskipun kita telah dikader oleh senior, tidak selamanya kita bisa eksis sebagai penggerak motor organisasi kampus. Semuanya kita kembalikan pada diri kita masing-masing, jika kita mampu berkembang dan mempunyai dedikasi yang tinggi akan pergerakan, tanpa dikaderpun kita akan mampu menunjukkan eksistensi diri kita. Namun perlu digaris bawahi bahwa pengkaderan harus tetap ada, jika saat ini kita masih merasakan kesenjangan masalah pengkaderan, kita harus koreksi diri kita sendiri. Kita harus mampu untuk menunjukkan eksistensi kita kepada orang lain, nanti pada akhirnya dengan kapabilitas yang kita miliki senior akan menilik kita. Pastinya potensi yang kita miliki akan mendapatkan apresias dan didukung oleh para senior dan sahabat/i kita satu angkatan. Perlu diingat bahwa meskipun kita dekat dengan banyak senior, akan tetapi harus kita ingat dan kita garis bawahi setebal mungkin jika kita harus mempersatukan sahabat/i kita satu angkatan. Karena apa? Karena “ Satu Angkatan Dan Satu Jiwa”


Presented by_Cha_Cha
03 Maret 2011/ 00.01

 
MALIKHAH SAN © 2012 | Edited Designed by Kurungan Celotehan