About Me

Malikhah; seorang ibu rumah tangga yang juga ASN dan aktif mengajar di SMPN 1 Singorojo. Lahir pada tanggal 28 Oktober 1991, dengan semangat sumpah pemuda semangat menulis untuk meninggalkan jejak digital yang bisa bermanfaat untuk semua.

Kunjungan ke Ronggowarsito


Laporan Perjalanan Ke Museum Ronggowarsito
          IMGP0002.JPG  museum_ronggowarsito_patung_kuda.jpg Dok. Malikhah
                   I.            PENDAHULUAN
Perlu diketahui tentang sejarah lahirnya Museum ronggowarsito sebelum kita membahas mengenai seluruh isi dari museum tersebut. Lahirnya Museum di Indonesia tidak dapat terpisahkan dari kelahiran Bataviasch Genootschap van Kusten en Wattenschappen pada 24 April 1778. Dalam empat tahun awal berdirinya telah mengarap bidang pengetahuan seperti IPA, ilmu bumi dan kebudayaan, sejarah, kesusastraan, kesehatan dan peranian. Museum ini didirikan oleh Bataviasch Genootschp yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya museum nasional. Bersamaan dengan berdirinya museum Bataviasch Genootschap van Kusten en Wattenschappen berdiri juga museum purbakala ( etnografi ) dan sebuah perpustakaan. Sehingga sampai sekarang banyak museum yang mempunyai koleksi yang beragam pula.
Museum Ronggowarsito itu sendiri berdiri sejak tahun 1975, dan pada tanggal 5 Juli 1989 museum ini diresmikan oleh Fuad Hasan yang pada saat itu menjabat sebagai Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Museum ini dibangun dengan dana dari proyek rehabilitasi dan perluasan permuseuman Jawa Tengah dan pembanguanan fisik yang dilakukan secara bertahap. Arsiterturnya adalah Ir. Totok Rusmanto dari UNDIP, sedang pengawas pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh PT Guna Dharma Semarang. Dibangunnya museum Ronggowarsito ini mendapat banyak dukungan dari masyarakat setempat, masyarakat jawa tengah khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Menjelang peresmian menjadi Museum Negeri, terdapat  3 nama yang menjadi pilihan untuk menamai museum itu. Nama tersebut berdasarkan surat Kepkanwil Depdikbud provinsi Jawa Tengah No. 1007/ 103/J/88 yang keluar pada tanggal 21 Juni 1988. nama tersebut antara lain :
1.      Museum Negeri Ronggowarsito
2.      Museum Negeri Raden Saleh
3.      Museum Negeri Propinsi Jawa Tengah
Walaupun Museum Ronggowarsito diresmikan tanggal 5 Juli 1989 namun secara tertulis baru diresmikan (namanya) pada 4 April 1990 berdasarkan keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0223/0/1990 yaitu dengan nama “ Museum Negeri Jawa Tengah Ronggowarsito”.
Proses pemberian nama tersebut pada mulanya berdasarkan surat No. 431/17938 pada 8 Juli 1988 yang dikeluarkan oleh Gubenur Jawa Tengah yang juga mengusulkan “Ronggowarsito”, usulan tersebut diteruskan oleh Kakanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah melalui suratnya No. 1157/103/0/88 tanggal 15 juli 1988. Dinamakan Museum  Negeri Ronggowarsito dengan beberapa pertimbangan antar lain karena Rongowarsito merupakan pujangga besar, yang telah banyak meninggalkan kebudayaan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa pada khususnya yaitu yang berupa buku-buku dan naskah.
Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, termasuk museum propinsi terbesar di Indonesia dalam hal jumlah koleksi dan keluasan bangunan terletak pada Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 1 Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, persis di sebelah bundaran Kalibanteng. Terletak dekat bandara Ahmad Yani di Semarang dan hanya 4 km jauhnya dari pusat kota ke arah barat. Museum ronggowarsito dirancang sesuai dengan standar museum di Asia Tenggara. Luas bangunan kira-kira 8.438 m persegi. Yang mencakup pendopo, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran, dll.
                II.            LAPORAN PERJALANAN
Perjalanan yang akan saya laporkan di Museum Ronggowarsito yaitu mengenai Diorama Palagan Ambarawa. Diorama Palagan Ambarawa ini terletak di gedung C lantai I. Dan didalam ruang ini merupakan Galeri sejarah perjuangan bersenjata.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para pahlawan. Pahlawan berjuang hingga meneteskan darah perjuangan yang sangat berlimpah. Semangat, perjuangan, pengorbanan dan keberanian mereka walaupun dengan bekal dan persenjataan minim untuk melawan musuh dengan persenjataan yang jauh lebih hebat adalah semangat yang perlu diteladani dan tetap hidup sepanjang masa. Dalam konteks ini, pemerintah membangun bangunan yang dapat digunakan untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur. Salah satunya adalah Monumen Palagan Ambarawa.
Latar Belakang Peristiwa
Palagan Ambarawa ini merupakan sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Ambarawa, sebelah selatan Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa ini dilatar belakangi adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh tentara Sekutu. Setelah berhasil mengalahkan Jepang, Komando Sekutu Asia Tenggara di Singapura mengutus tujuh perwira Inggris di bawah pimpinan Mayor A.G. Greenhalgh untuk datang ke Indonesia. Mereka tiba di Indonesia pada 8 September 1945 dengan tugas mempelajari dan melaporkan keadaan di Indonesia menjelang pendaratan rombongan Sekutu.
Pada 16 September 1945 rombongan perwakilan Sekutu mendarat di Tanjung Priok (Jakarta) dengan menggunakan kapal Cumberland. Rombongan ini dipimpin Laksamana Muda W.R. Patterson. Dalam rombongan ini ikut pula C.H.O. Van der Plas yang mewakili Dr. H.J. van Mook, kepala NICA. Sekutu menugaskan sebuah komando khusus untuk mengurus Indonesia dengan nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Komando khusus yang dipimpin Letjen. Sir Philip Christison ini mempunyai tugas sebagai berikut:
1.      Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Indonesia.
2.      Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.
3.      Melucuti dan memulangkan tentara Jepang.
4.      Memulihkan keamanan dan ketertiban.
5.      Mencari dan mengadili para penjahat perang.
AFNEI mulai mendaratkan pasukannya di Jakarta pada 29 September 1945. pasukan ini hanya bertugas di Sumatra da Jawa, sedangkan daerah Indonesia lainnya diserahkan kepada Angkatan Perang Australia.
Situasi semakin memburuk setelah Bangsa Indonesia mengetahui bahwa NICA akan mengobarkan kekuasaannya kembali di Indonesia, ditambah dengan adanya tentara Sekutu yang mempersenjatai kembalii bekas anggota Koninklijk Nederlands Indies Leger (KNIL). Satuan-satuan KNIL yang telah dibebaskan Jepang kemudian bergabung dengan tentara NICA. Di berbagai daerah, NICA dan KNIL yang didukung Inggris (Sekutu) melancarkan provokasi dan melakukan teror terhadap para pemimpin nasional sehingga pecahlah berbagai pertempuran di daerah-daerah, salah satunya Ambarawa.
Kronologi Peristiwa Palagan Ambarawa
Pada tanggal 20 Oktober 1945, tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang dengan maksud mengurus tawanan perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa Tengah. Kedatangan sekutu ini ternyata diboncengi oleh tentara NICA. Kedatangan Sekutu ini mulanya disambut baik, bahkan Gubernur Jawa Tengah Mr Wongsonegoro menyepakati akan menyediakan bahan makanan dan keperluan lain bagi kelancaran tugas Sekutu, sedang Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia.
Namun, setelah mereka sampai di Ambarawa dan Magelang untuk membebaskan para tawanan tentara Belanda, para tawanan justru dipersenjatai sehingga menimbulkan kemarahan pihak Indonesia. Kemudian Insiden bersenjata timbul di kota Magelang, hingga terjadi pertempuran. Di Magelang, tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti Tentara Keamanan Rakyat dan membuat kekacauan.
TKR Resimen Magelang pimpinan Letkol. M. Sarbini membalas tindakan tersebut dengan mengepung tentara Sekutu dari segala penjuru. Namun mereka selamat dari kehancuran berkat campur tangan Presiden Soekarno yang berhasil menenangkan suasana.
Kemudian pasukan Sekutu secara diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa pada tanggal 21 November 1945. Akibat peristiwa tersebut, Resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letkol. M. Sarbini segera mengadakan pengejaran terhadap mereka. Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di Desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Oni Sastrodihardjo yang diperkuat oleh pasukan gabungan dari Ambarawa, Suruh dan Surakarta.
Tentara Sekutu kembali dihadang oleh Batalyon I Soerjosoempeno di Ngipik. Pada saat pengunduran, tentara Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Letkol. Isdiman berusaha membebaskan kedua desa tersebut, namun Letkol. Isdiman gugur terlebih dahulu.
Sejak gugurnya Letkol. Isdiman, Komandan Divisi V Banyumas, Kol. Soedirman merasa kehilangan seorang perwira terbaiknya dan ia langsung turun ke lapangan untuk memimpin pertempuran. Hal tersebut mengharuskan  Kolonel Soedirman Komandan Divisi V turun ke medan laga Koordinasi secara intensif terus dilaksanakan diantara komando-komando sektor dan pengepungan terhadap musuh  semakin diperketat. Sejak saat itu perlawanan terhadap sekutu  mulai terkonsentrasi di bawah satu komando Soedirman.
Kehadiran Kol. Soedirman memberikan napas baru kepada pasukan-pasukan RI. Koordinasi diadakan di antara komando-komando sektor dan pengepungan terhadap musuh semakin ketat. Siasat yang diterapkan adalah serangan pendadakan serentak di semua sektor. Bala bantuan terus mengalir dari Yogyakarta, Solo, Salatiga, Purwokerto, Magelang, Semarang, dan lain-lain.
Tanggal 23 November 1945 ketika matahari mulai terbit, mulailah tembak-menembak dengan pasukan Sekutu yang bertahan di kompleks gereja dan pekuburan Belanda di Jalan Margo Agung. Pasukan Indonesia antara lain dari Yon Imam Adrongi, Yon Soeharto dan Yon Sugeng. Tentara Sekutu mengerahkan tawanan-tawanan Jepang dengan diperkuat tanknya, menyusup ke kedudukan Indonesia dari arah belakang, karena itu pasukan Indonesia pindah ke Bedono.
Kemudian pada tanggal 11 Desember 1945, Kol. Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Mereka mendengarkan instruksi dari Komandan Divisi V Kolonel Soedirman tentang rencana serangan yang akan digelar. Instruksi itu sebagai berikut :
Ambarawa harus kita rebut dengan serangan serentak Karena Ambarawa merupakan kunci bagi mereka untuk menguasai seluruh Jawa tengah dan Jogjakarta. Ini akan membahayakan posisi Republik. Kita akui  terus terang bahwa kita kurang kuat dalam persenjataan kita. Tetapi keadaan semacam ini tidak menghambat kita, atau mengurangi hasrat kita untuk mempertahankan negara kita. Kami sudah menentukan suatu siasat, yaitu pendadakan serentak dengan taktik Mangkara Yudha atau Supit Urang. Komandan penyerangan dipegang oleh komandan sektor TKR. Pasukan pasukan dari badan perjuangan    sebagai barisan belakang. Serangan dimulai besok pagi pukul 04.30. Selamat berjuang, Allah SWT bersama kita, Amin. Merdeka ! ".
Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, serangan mulai dilancarkan. Pembukaan serangan dimulai dari tembakan mitraliur terlebih dahulu, kemudian disusul oleh penembak-penembak karaben. Pertempuran berkobar di Ambarawa. Satu setengah jam kemudian, jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Kol. Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung. Taktik Mangkara Yudha atau Supit Urang merupakan tata yudha klasik yang pernah digelar pada jaman Majapahit, kemudian digelar kembali oleh Kolonel Soedirman untuk mengusir Sekutu dari Ambarawa.
Prajurit-prajurit kita yang gagah perkasa terus maju dari segenap penjuru, bagai banteng ketaton patriot-patriot itu terus menyerbu menerkam musuh, menggagahi tank-tank dan ranjau-ranjau sambil menembus hujan peluru senjata musuh dengan tekad  bulat “Rawe-rawe rantas malang–malang putung", membebaskan kota Ambarawa atau gugur sebagai bangsa.
Pasukan-pasukan yang mendapat perintah menguasai  jalan besar Ambarawa – Semarang telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Jalan itupun kemudian dipertahankan agar pengepungan atas musuh dalam kota Ambarawa dapat dilaksanakan dengan sempurna. Pasukan – pasukan itupun kemudian memasang barikade – barikade serta menerjang setiap konvoi musuh yang pergi dan datang dari arah Ambarawa - Semarang.
Satu setengah jam dari awal penyerbuan, pasukan – pasukan kita sudah berhasil menghimpit dan mengepung musuh di dalam kota Ambarawa. Bagi Sekutu (Inggris) hanya tinggal satu jalan ke luar, yaitu jalan besar Ambarawa – Semarang. Pergelaran serangan umum di Ambarawa itu berupa pendobrakan oleh pasukan-pasukan pemukul dari arah selatan dan barat ke timur menuju ke arah Semarang. Bersamaan dengan pendobrakan tersebut, diikuti gerakan penjepitan dari lambung kanan dan kiri sebagaimana halnya gerakan "Supit Urang " sedang menjepit mangsanya yang ujung–ujungnya bertemu di bagian luar kota arah Semarang.
Empat hari empat malam serangan yang heroik itu berlangsung, menggempita di seluruh kota Ambarawa. Desing peluru dan gema ledakan serta asap mesiu terus mewarnai udara Ambarawa sepanjang waktu. Semangat bertempur pasukan-pasukan kita terus bertambah berkat keberhasilan–keberhasilan yang telah dicapai, sebaliknya moril musuh semakin menipis, persediaan amunisi mereka semakin menipis, bantuan yang mereka harapkan tak kunjung tiba karena jalur perhubungan lewat darat maupun udara terputus. Semakin hari mereka dicekam  oleh rasa panik dan putus asa.
Setelah beberapa waktu lamanya mereka berada  di front pertempuran, akhirnya mereka sampai kepada keputusan harus meninggalkan Ambarawa, merekapun kemudian mengadakan persiapan untuk menerobos pasukan TKR untuk menuju ke Semarang. Pada tanggal 15 Desember 1945 dengan tergopoh-gopoh tentara sekutu mundur ke luar kota Ambarawa tanpa sempat menyelamatkan mayat-mayat serdadunya. Mereka dilabrak terus  dan diusir oleh pasukan pemukul kita sampai ke luar kota Ambarawa
Peristiwa palagan Ambarawa merupakan peristiwa penting karena merupakan peristiwa pertempuran yang pertama kali dimenangkan bangsa Indonesia setelah kemerdekaan. Peristiwa tersebut menjadi momentum bersejarah dalam  pergelaran militer dengan gerak taktik pasukan darat. Kemenangan yang gemilang dalam palagan Ambarawa tersebut, selanjutnya setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infanteri dan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 163  tahun 1999 diabadikan menjadi " Hari Juang Kartika ".
Berikut Galeri mengenai Palagan Ambarawa:
plgkn - Copy.jpg Dok.: Malikhah
Dok.: Ghinamardhiyana’s Blog ambarawa-ok1.jpg

Hadist Urgensi Kesehatan


URGENSI KESEHATAN
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Hadits
Dosen pengampu Ibu Nadzifaf. S.t H, i. M. Si




Disusun oleh,
1.       Malikhah                          : 103111123
2.       Maria Ulfa                        : 103111124
3.       Maulida Khoirun Ni’mah : 103111125



FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA  ISLAM  NEGERI  WALISONGO
SEMARANG
2011



URGENSI KESEHATAN
       I.            PENDAHULUAN
طيب يحب الطيب نظيف يحب النظا فق artinya : “Sesungguhnya Allah itu baik, menyukai sesuatu yang baik, (Allah itu) bersih, menyukai yang bersih.” (HR. At-Tirmidzi). Hadits tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwasanya menjaga kebersihan itu merupakan perbuatan yang baik. Dengan menjaga kebersihan, maka kita akan terhindar dari penyakit.
Kesehatan adalah mahkota bagi kehidupan manusia yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Melepaskan mahkota kesehatan berarti menjerumuskan hidupnya pada kehancuran. Oleh karena itu, Nabi Muhammad mengatakan: Mencegah datangnya penyakit lebih baik daripada mengobatinya. Memelihara dan mengamalkan dengan baik terhadap nilai-nilai kesehatan dalam ajaran Islam merupakan obat mujarab yang tiada duanya.[1]
Lingkungan yang sehat akan menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga kita dapat beraktualisasi tanpa adanya gangguan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu kita juga harus menjaga kesehatan lingkungan dengan baik.
Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan, baik kesehatan fisik dan jiwa, maupun kesehatan lingkungan. Hal ini dapat ditemukan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, yang merupakan sumber hukum Islam dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam. Ajaran/ syariat Islam yang berkenaan dengan kesehatan, seperti melarang perbuatan-perbuatan yang dapat membahayakan kesehatan dirinya atau orang lain (masyarakat), larangan melakukan hubungan seksual antara pria dan wanita diluar nikah (zina/ prostitusi) sebab bisa menyebabkan penyakit kelamin dan AIDS.[2]

    II.            RUMUSAN MASALAH
1.      Pengertian Kesehatan
2.      Perilaku Pendorong Tingkat Kesehatan
3.      Anjuran Menjaga Kesehatan


 III.            PEMBAHASAN
1.         Pengertian Kesehatan
Menurut WHO (World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia) “ Health is a state physical, mental, and social well being not merelythe of disease or infirmity. (Sehat adalah keadaan fisik, mental, dan sosial yang baik tidak saja karena tidak ada penyakit atau cacat) “.[3]
Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional tahun 1983 merumuskan kesehatan jasmaniah, ruhaniah, dan sosial yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan (tuntutan-Nya), dan memelihara serta mengembangkannya.[4]
Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim harus menjaga kesehatan dengan baik sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap karunia Allah SWT.

2.         Perilaku Tingkat Pendorong Kesehatan
            Pola hidup seseorang sangat mempengaruhi tingkat kesehatannya. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menjaga kesehatan, diantaranya:
1.      Pengaturan Makanan
يايها الناس كلوا ممافي الارض حللا طيباولا تتبعوا خطو ت الشيطن انه لكم عد و مبين
Artinya :
            “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Q.S.2. 168)[5]

            Ayat ini merupakan cerminan bahwa Islam telah mengajarkan berbagai konsep dalam pengaturan makanan. Islam telah memberikan konsep yang boleh dimakan (halal) dan yang bermanfaat (thayyib) dan mencegah manusia dari makanan yang dilarang (haram) yang membahayakan kesehatan manusia. Selain itu, Islam juga melarang kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat atau kurang baik ketika makan. Islam memandang bahwa makanan yang dikonsumsi seseorang, dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut.



2.      Olah Raga
Islam mengajarkan pentingnya olah raga untuk menghasilkan generasi yang kuat secara fisik terutama untuk melawan berbagai penyakit. Dengan melakukan olah raga secara teratur, maka akan membuat badan kita menjadi sehat dan bugar.
                       
3.      Menjaga Kebersihan
            Islam merupakan agama yang menyuruh umatnya untuk selalu menjaga kebersihan. Tujuan konsep kebersihan dalam Islam adalah untuk menghasilkan masyarakat yang sehat dan memiliki kekebalan terhadap penyakit, dan individu yang sehat (jiwa dan raga).[6]

3.         Anjuran Menjaga Kesehatan
       Ada beberapa hadits yang membahas mengenai urgensi kesehatan. Hadits ini dapat kita gunakan sebagai acuan untuk menjaga kesehatan, mengingat bahwa kesehatan sangat berharga. Berikut beberapa hadits tentang kesehatan:
1.     Hadits Abu Hurairah tentang Mukmin yang kuat lebih baik daripada Mukmin yang lemah:
عن ابي هر يره قا ل رسول الله صلي الله عليه وسلم المؤمن القوي خير واحب الي  الله من المؤمن      الضعيف وفي كل خير اخرص على ما ينفعك واستعن با لله ولا تعجز وان اصابك شيء فلا تقل لو    اني فعلت كان كد ا وكدا ولكن قل قد ر الله وما شاء فعل فىا ن لو تفتح عمل الشيطان (ايحر خه مسلم في كتاب القدر)                                                                                        
          Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW “Mukmin yang kuat lebih disayangi oleh Allah dari Mukmin yang lemah dan masing-masing mempunyai keutamaannya, berhati-hatilah anda untuk memanfaatkan dirimu dan mintalah pertolongan Allah dan janganlah berputus asa, dan kalau anda mendapat cobaan janganlah berkata kalau aku berbuat tentulah begini atau begitu tetapi katakanlah ini hanya takdir dari Allah dan berbuat apa yang dikehendaki, karena kalimat ‘kalau” pembuka pintu bagi syetan.” (HR. Muslim)[7]
Hadist ini juga diperkuat dengan ayat dalam Al-Qur’an surat Al- Imron (3): 139 yang berbunyi :
ولاتهنواولاتحز نواوانتم الاعلون ان كنتم مؤمنين                                                                        
                Artinya:  “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”[8]
            Dalam hadist dan ayat Al-Qur’an tersebut disugestikan untuk jangan menjadi lemah dan berduka cita, suatu peringatan agar umat Islam menjadi umat yang kuat dalam segala bidang.
            Salah satu cara untuk menumbuhkan kekuatan fisik adalah dengan berolahraga. Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menyimpulkan bahwa olah raga juga mempengaruhi suasana hati seseorang, dan pengaruh ini akan tampak sangat jelas ketika olah raga itu dilakukan pada saat perasaan benar-benar sedang mengalami kondisi yang menurun. Hal ini dibuktikan oleh para peneliti, ternyata setelah mereka melakukan aerobik selama sekitar satu jam, bisa mengurangi ketegangan, kemarahan, dan kelelahan. Dan mereka menjadi fresh kembali setelah berolah raga.[9]

2.      Hadits Abu Hurairah tentang lima macam fitrah manusia:
عن ابي هريرهرضي الله عنه سمعت نبي صلى الله عليه و سلم يقول الفطرةخمس الختان والا ستحداد وقص الشارب وتقليم الاظفار ونتف الا باط (اخر جه البخا ري في كتاب اللبا س)                                                                                          
Artinya: “Nabi SAW, bersabda: Fitrah itu lima yaitu: khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), menggunting misai (kumis), mengerat kuku, dan mencabut bulu ketiak”.[10]
Penjelasan dari ke lima fitrah tersebut adalah sebagai berikut:
1.        Khitan
Yaitu memotong kulup yang menutupi hasyfah zakar dari orang laki-laki dan memotong sebagian kulit yang terletak diatas kemaluan perempuan yang keadaannya seperti lembing ayam jantan. Khitan orang laki-laki dinamakan i’dzal, sedangkan untuk khitan perempuan dinamakan khafadh.[11]
Menurut medis, khitan diindikasikan sebagai upaya untuk pencegahan penyakit atau penanggulangan kelainan yang berkaitan dengan adanya prepusium (kulit dan mukosa yang menutupi glans penis), antara lain sebagai berikut:

a.         Fimosis
Yaitu prepusium tidak dapat ditarik ke belakang melewati glans penis. Prepusium yang tidak dapat ditarik ke belakang ini dapat mengakibatkan peradangan dan fribosis. Peradangan dan fibrosis yang berulang dapat mengakibatkan lubang prepusiumyang makin menyempit sehingga dapat menyebabkan obstruksi air seni.
b.        Pencegahan Tumor Ganas
Penelitian membuktikan bahwa khitan dapat mencegah terjadinya akumulasi smegma yang mempunyai hubungan dengan terjadinya tumor ganas penis. Jenis tumor ganas terbanyak adalah squmous cell cardinoma. Menurut hasil statistik penyakit ini banyak didapatkan pada penduduk yang tidak dikhitan dibanding mereka yang dikhitan.
c.         Condyloma Accuminata
Yaitu suatu kelainan kulit berupa vegetasi oleh human papiloma virus (HPV) tipe tertentu yang bertangkai dengan permukaan berjonjot. Khitan diperlukan untuk membuang kelainan kulit prepusium tersebut.[12]
2.        Istihdad
Yaitu mencukur bulu-bulu yang tumbuh diatas dzakar (penis) orang laki-laki dan sekitarnya, demikian pula bulu yang tumbuh di sekitar kemaluan perempuan. Yang utama adalah membersihkan bulu-bulu itu dengan mencukurnya. Menurut pendapat Abul Abbas ibn Syuraij, bulu anah adalah bulu yang tumbuh disekitar lubang dubur, sehingga alangkah baiknya jika kita mecukur bulu yang tumbuh disekitar qubul dan dubur.


3.        Menggunting Misai (Kumis)
Para ulama sepakat bahwa menggunting kumis merupakan sunnah. Lebih disukai jika menggunting mulai dari sebelah kanan. Batas pengguntingan kumis adalah hingga kelihatan pinggir bibir.
Ibnu Daqiqil Id berkata: “Hikmah kita disuruh menggunting kumis adalah untk menyalahi orang-orang ‘Ajam (orang-orang musyrikin) yang pada masa itu membiarkan kumis tumbuh panjang. Dan disukai kita menghilangkan ujung-ujung bulu kumis dari tempat masuk makanan dan minuman.

4.        Mengerat kuku
Mengerat kuku merupakan sunnah, bukan wajib dan disukai supaya dimulai dengan mengerat kuku-kuku tangansebelum mengerat kuku-kuku kaki. Maka yang mula-mula dikerat, adalah kuku telunjuk tangan kanan, kemudian jari tengah, kemudian kelingking, kemudian jari manis, kemudian ibu jari. Tangan kiri dimulai dengan mengerat kuku kelingking, kemudian jari manis, kemudian jari tengah, kemudian telunjuk, dan sesudahnya ibu jari. Mengenai kuku-kuku kaki, maka dimulai dengan kelingking kaki kanan terus sampai kelingking kaki kiri.
Didalam memotong kuku, yakni memotong yang lebih dari daging adalah untuk membaguskan keadaan, menghilangkan kejelekan, dan lebih mudah meyempurnakan thaharah.

5.        Mencabut Bulu Ketiak
Mengenai pencabutan bulu ketiak, maka para ulama sepakat menyunatkannya. Yang utama, bulu ketiak dicabut kalau dapat menahan sakit, tetapi jika tidak sebaiknya dicukur. Dan disukai jika mencukur mulai dari ketiak kanan.
Hadits Anas ibn Malik menerangkan, bahwa Rasulullah telah mewaktukan bagi para sahabat dalam mencukur misai, mengerat kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu ketiak supaya tidak dibiarkan lebih dari 40 malam, maksudnya adalah tidak boleh lewat dari waktu tersebut, bukan harus menunggu selama 40 hari.[13]

3.      Hadits Abu Hurairah tentang perintah bersikat gigi   
Mulut  merupakan  pintu  gerbang  pertama  di  dalam  sistem  pencernaan.  Makanan  dan minuman  akan  diproses  di  dalam  mulut  dengan  bantuan  gigi-geligi,  lidah,  dan  saliva. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan  salah  satu upaya meningkatkan kesehatan.
Dalam agama Islam diatur tentang hadits mengenai kesehatan gigi, yakni:
انرسولالله عليه وسلم قال : لولاان اسقى على امنى اوعلى الناس لامرتهم با لسواك مع صلاة (رواه البخارى ومسلم)                                                                  
Artinya: “Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: sekiranya tidak akan memberatkan umatku atau manusia, tentulah telah memerintahkan menyikat gigi pada setiap sholat.” (H.R Bukhori dan Muslim)[14]                                         Rasulullah  SAW menganjurkan membersihkan gigi dalam 4 keadaan, yaitu:
1.         Ketika hendak mendirikan shalat
2.         Ketika berwudhu
3.         Ketika akan membaca Al-Qur’an
4.         Ketika bangun tidur[15]
Adapun hikmah diperintahkannya bersiwak (menggosok gigi) dalam tiap-tiap mendekatkan diri kepada Allah, adalah supaya kita dalam keadaan sempurna dan bersih untuk menyatakan kemuliaan ibadah.
          Bersiwak jika dikaitkan dengan kesehatan sangat mempunyai dampak yang bagus, terutama setelah makan sebab:
a.         Membersihkan makanan yang tertinggal pada gigi dan membersihkan dari kerak gigi.
b.        Dapat mempertahankan struktur gigi.
c.         Menghilangkan bau mulut, menguatkan gusi, menghilangkan lendir, mengharumkan nafas.[16]



 IV.            KESIMPULAN
A healthy man has a hundred wishes, a sick man has only one” atau “orang yang sehat mempunyai seratus keinginan, orang yang sakit hanya punya satu keinginan”. Kata-kata bijak tersebut perlu kita jadikan pelajaran berharga, mengingat kesehatan merupakan sesuatu yang mahal harganya. Sudah seharusnya kita sebagai umat muslim untuk menjaga kesehatan terutama kesehatan badan kita. Agar terhindar dari adanya penyakit, maka kita juga harus berperilaku sehat seperti mengatur pola makan, berolah raga, dan menjaga kebersihan.
Didalam hadits juga telah dijelaskan tentang arti pentingnya kesehatan bagi kita. Dengan tubuh yang sehat maka kita akan mampu melakukan segala aktifitas dengan baik.






















DAFTAR PUSTAKA

Al-Hafidz, Ahsin W. 2007, Fikih Kesehatan, Jakarta: AMZAH
Hasan, Aliah B. Purwakania, 2008. Pengantar Psikologi Kesehatan Islami. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Kaelany, 2000.  Islam dan Aspek-Aspek Kemasyarakatan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Muslim, Imam. Shahih Muslim Juz. 2. Bairut: Darul Kutub al- Islamiyah
RI, Departemen Agama. 1989. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: Toha Putra
Ash Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. 2003., Mutiara Hadits 2 “Thaharah dan Shalat”. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra



     [1] Ahsin W. Al-Hafidz, Fikih Kesehatan, (Jakarta: AMZAH, 2007), hlm. vii
     [2] Ahsin W. Al-Hafidz, Ibid, hlm. xiv
     [3] Kaelany, Islam dan Aspek-Aspek Kemasyarakatan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2000), hlm.167
     [4] Ahsin W. Al-Hafidz, Op. Cit, hlm.4
     [5] Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahan, Q.S Al-Baqarah: 168 (Semarang: Toha Putra, 1989)
     [6] Aliah B. Purwakania Hasan, Pengantar Psikologi Kesehatan Islami, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 166-201
     [7] Imam Muslim. Shahih Muslim Juz. 2. (Bairut: Darul Kutub al- Islamiyah), hlm. 461
     [8] Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahan, Q.S Al- Imron (3): 139, (Semarang: Toha Putra, 1989)
     [9] Ahsin W. Al-Hafidz, Op. Cit, hlm. 20-21
     [10] Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Mutiara Hadits 2 “Thaharah dan Shalat”, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2003), hlm. 41
     [11] Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Ibid, hlm. 42
     [12] Ahsin W. Al-Hafidz, Op. Cit, hlm. 101-102
     [13] Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Op. Cit, hlm. 43-45
     [14] Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Op. Cit, hlm. 37
     [15] Ahsin W. Al-Hafidz, Ibid, hlm. 80
     [16] Ahsin W. Al-Hafidz, Ibid, hlm. 79-80

 
MALIKHAH SAN © 2012 | Edited Designed by Kurungan Celotehan